Page 259 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 259
Ahmad Nashih Luthfi
Bagian A untuk mata ajaran sastra, hukum, sejarah, dan lainnya.
yang sekarang masuk kelompok sosial-budaya dan/atau huma-
niora. Bagian B adalah kelompok ilmu-ilmu pasti-alam, biologi,
dan sebagainya.
Untuk Bagian B, salah satu AMS yang dianggap paling baik
adalah AMS di Yogya, sedang Bagian A di Solo. Itulah sebabnya
banyak di antara mereka yang kemudian dikenal sebagai tokoh
yang berasal dari luar Jawa (misalnya Moh. Yamin, Moh. Natsir,
Sanusi Pane, Armijn Pane, dll) pernah lama tinggal di Solo ketika
mereka belajar di AMS Bagian A. Di Solo, AMS Bagian B pun
dibebani mata ajaran yang menjadi pokok mata ajaran Bagian A
(seperti sejarah, ekonomi, ketatanegaraan, sastra, dan sebagai-
nya). Di Bagian A sedikitnya ada enam bahasa asing yang diajar-
kan, sedangkan di Bagian B hanya empat (Belanda, Inggris, Jer-
man dan Perancis). Untuk masing-masing pelajaran bahasa itu,
selain buku grammar, ada sejumlah buku bacaan yang menjadi
buku wajib dan bahan ujian. 31
Di zaman kolonial Belanda itu, ujian penghabisan AMS
adalah ujian negara, dan dilakukan sebanyak dua kali. Ujian
untuk bahan bacaan itu berlangsung secara lisan dalam ujian
yang kedua. Tradisi di zaman Belanda itu dilanjutkan sampai
sesudah Indonesia merdeka sebelum kemudian diubah. Karena
itu, meskipun Gunawan Wiradi masuk Bagian B (pasti-alam),
namun ia sempat menerima pelajaran bahasa asing yang masih
mirip di zaman Belanda. Hanya saja, bahasa Belanda memang
tidak diajarkan lagi. Buku bacaan wajib masih ada walaupun
tidak sebanyak di zaman Belanda. Untuk bahasa Inggris,
misalnya, Gunawan Wiradi harus menghapalkan nama-nama
sastrawan Inggris dan Amerika beserta karya-karya sastra mereka
(yang diingatnya: William Shakespeare, John Milton, William
Makepeace Thackeray, Charles Dickens, Jonathan Swift, dll; atau
sastrawan Amerika seperti H.W. Longfellow, R.L. Stevenson,
Ernest Hemingway, dan lain-lain).
31 Wawancara via telepon dengan Gunawan Wiradi, op. cit., Untuk kepen-
tingan penerbitan (Gunawan Wiradi, 2009, op.cit.) keterangan tertulis ditam-
bahkan langsung olehnya.
206

