Page 254 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 254
Melacak Sejarah Pemikiran Agraria
Masa pendudukan Jepang memberi kesan traumatik. Meski
demikian, cita-cita Gunawan Wiradi terbangun pada masa ini.
Gunawan Wiradi yang kini dikenal sebagai pembela agraria, saat
kanak-kanaknya tidak pernah bercita-cita menjadi ahli agraria.
Film “Kato Penyapu Udara”, pesawat Jepang yang terbang di
tengah kota, memberi imajinasi sang bocah akan gagahnya
menjadi pilot atau tentara. Itulah cita-citanya masa kecil. Situasi
bangsa ikut mempengaruhi pribadi Gunawan Wiradi. 22
B. Di Tengah Suasana Revolusi: Masa Remaja
Setelah Sekolah Arjuna buka kembali, pada tahun 1946 Gu-
nawan Wiradi menamatkan pendidikannya di situ dan melan-
jutkan ke SMP Negeri I di kota Solo. Di kota Solo inilah Guna-
wan Wiradi mengalami masa-masa revolusi fisik. Sekolah buka-
tutup silih berganti seiring dengan situasi.
Pada akhir PD II, ketika Jepang menyerah kepada Tentara
Sekutu, pihak Sekutu menugaskan tentara Inggris untuk melu-
cuti tentara Jepang yang ada di Indonesia. Pada awal revolusi
sebelum tentara Inggris itu datang, rakyat Indonesia sudah ber-
tempur melawan Jepang. Kedatangan tentara Inggris itu ternyata
“diboncengi” tentara Belanda. Karena itu rakyat Indonesia pun
melawan mereka, yang artinya, sekaligus melawan Jepang, Inggris
dan Belanda.
Di pulau Jawa, daerah pertempuran tahun 1945/1946 itu
pada umumnya di sepanjang pantai utara. Kota Solo awalnya
relatif masih aman meski terjadi pertempuran antara “laskar-
laskar perjuangan” melawan Kenpetai Jepang. Gunawan Wiradi
sekolah di SMP I secara normal sampai awal tahun 1947. Na-
mun tak lama kemudian, pada tanggal 21 Juli 1947, Belanda me-
langgar perjanjian damai Linggarjati dan melakukan aksi militer
menyerang daerah Republik (dikenal sebagai Clash I). Dalam
situasi perang inilah Gunawan Wiradi beserta keluarga mengung-
si ke luar kota, meskipun tidak lama karena ternyata pasukan Be-
landa belum sampai ke kota Solo. Perang ini berakhir pada awal
22 Ibid.
201

