Page 256 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 256

Melacak Sejarah Pemikiran Agraria


               Soviet, di bawah inisiatif Musso, seorang “korektor” dalam
               ideologi komunisme di Indonesia. 25  Keterkaitan antara peristiwa
               yang meletus di Surakarta dengan peristiwa Madiun dibenarkan
               dalam uraian Ricklefs. Pada pertengahan September 1948,
               pertempuran terbuka antara kekuatan bersenjata yang pro-PKI
               dengan kekuatan yang pro-pemerintah. Divisi Siliwangi pada
               tanggal 17 September berhasil memukul mundur pendukung PKI
               itu hingga ke kota Madiun. Di kota ini mereka bergabung dengan
               kekuatan pro-PKI lainnya. 26
                   Uraian di atas menunjukkan bahwa pertempuran terjadi
               antara mereka yang pro-PKI dan mereka yang pro-Pemerintah.
               Sementara pembelaan D. N. Aidit yang naskahnya dibukukan,
               Konfrontasi Peristiwa Madiun 1948, menjelaskan bahwa peristiwa
               Madiun adalah hasil dari “provokasi Hatta”. Selengkapnya
               dikutip,

                   “Peristiwa Madiun didahului oleh kejadian2 di kota Solo, mula2
                   dengan pembunuhan atas diri Kolonel Sutarto, Komandan TNI
                   Divisi IV, dan kemudian pada permulaan September 1948 dengan
                   pentjulikan dan pembunuhan terhadap 5 orang perwira TNI, jaitu
                   major Esmara Sugeng, kapten Sutarto, kapten Supardi, kapten
                   Suradi dan letnan Muljono. Djuga ditjulik 2 anggota PKI, Slamet
                   Widjaja dan Pardjijo... Presiden Soekarno mengatakan bahwa
                   Peristiwa Solo dan Peristiwa Madiun tidak berdiri sendiri. Ini sepe-
                   nuhnja benar! Sesudah pentjulikan2 dan pembunuhan2 di Solo
                   jang diatur di Djokja, keadaan di Madiun mendjadi sangat tegang
                   sehingga terdjadilah pertempuran antara pasukan2 dalam Angkatan
                   Darat jang pro dan jang anti pentjulikan2 serta pembunuhan2 di
                   Solo”. 27

                   Aidit melanjutkan,
                   “Dalam kekatjaubalauan ini Residen Kepala Daerah tidak ada di
                   Madiun…Walikota sedang sakit. Maka Front Demokrasi Rakjat,
                   dimana PKI termasuk didalamnja, mendesak supaja saudara Supar-
                   di, Wakil Walikota Madiun bertindak untuk sementara… tindakan


                   25  Lihat, misalnya, M. C. Ricklefs, Sejarah Indonesia Modern, 1200-2004
               (Jakarta: Serambi, 2008), hal. 459-460.
                   26  Ibid.
                   27  D. N. Aidit, Konfrontasi Peristiwa Madiun 1948-Peristiwa Sumatera 1956
               (Jakarta: Jajasan Pembaruan, 1958), hal. 9-10.
                                                                        203
   251   252   253   254   255   256   257   258   259   260   261