Page 257 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 257
Ahmad Nashih Luthfi
mengangkat Wakil Walikota menjadi Residen sementara jang dina-
makan oleh pemerintah Hatta tindakan ‘merobohkan pemerintah
RI’, tindakan ‘mengadakan coup d’etat’ dan tindakan ‘mendirikan
pemerintah sovjet’…maka Hatta menggunakan mulut Soekarno
dan memindjam kewibawaan Soekarno untuk membasmi Amir Sja-
rifuddin dan be-ribu2 putera Indonesia asal suku Djawa”. 28
Kesaksian bocah Gunawan Wiradi tidak hendak menghu-
bungkan (pengikut) Slamet Riyadi, pahlawan nasional dan men-
jadi jalan utama di kota Solo, terkait atau setidak-tidaknya ber-
simpati dengan komunisme, atau tentang tentara-tentara lasykar
yang lebih menggabungkan diri kepada komunis akibat dikeluar-
kannya mereka dari barisan TNI yang mengalami “rasionalisasi
Hatta”, atau bagaimana “provokasi Hatta” itu membawa akibat
mengerikan. Kesaksian bocah Gunawan Wiradi akan lebih ber-
manfaat dalam menunjukkan bahwa “perang saudara” itu terjadi
dalam kondisi “normal”; ketika orang-orang sipil hendak beper-
gian, menaiki lori menuju tempat yang dikehendaki guna me-
nyambangi saudara di tempat lain. Perang yang dilihatnya itu jauh
dari kepentingan langsung “hajat rakyat banyak”.
Dua bulan setelah peristiwa yang berkesan itu, Gunawan
Wiradi kembali “terlibat” dalam perang. Ketika pada tanggal 19
Desember 1948 Belanda untuk kedua kalinya meluncurkan “aksi
militer”, melanggar perjanjian Renville, kemudian menyerbu
Yogyakarta. Rentetan peristiwanya terjadi juga di Solo. Gedung
SMP I Solo di Banjarsari dimana ia bersekolah dibumihanguskan
Belanda pada tanggal 20 Desember. Padahal gedung itu meru-
pakan gedung SMP termewah zaman itu, memiliki ruang kelas
yang sudah mirip dengan ruang kuliah universitas. Gedung itu
memiliki ruang-ruang khusus untuk pelajaran ilmu fisika,
peralatan musik, gamelan, ruang olah raga, dll. 29
Tanggal 21 Desember tentara Belanda berhasil menduduki
kota Solo. Pada tanggal inilah Gunawan Wiradi ditangkap Belan-
da. Karena dianggap masih kecil ia tidak ditahan, melainkan
28 Ibid. hal 10-12.
29 Wawancara dengan Gunawan Wiradi, Bogor, 5 Mei 2008.
204

