Page 261 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 261

Ahmad Nashih Luthfi


               bahasa pengantar kuliah yang menggunakan bahasa Belanda.
               Lagi-lagi ia membatalkan niatnya. 33
                   Saat itu Presiden Soekarno sering berpidato menyarankan
               agar anak muda Indonesia masuk ke fakultas pertanian, sebab
               negara ini adalah negara agraris. Gunawan Wiradi tertarik de-
               ngan seruan itu. Akhirnya ia memilih pergi ke Bogor dan masuk
               ke Fakultas Pertanian di Bogor yang saat itu masih bernaung di
               bawah Universitas Indonesia. Ia menjadi mahasiswa dengan NIM
               bernomor 525. Selama di Bogor, ia tinggal di pondokan.
                   Begitu masuk kuliah di Bogor, Gunawan Wiradi langsung
               menerima beasiswa dari pemerintah. Tetapi, belum lama tinggal
               di kota ini, pada tahun kedua untuk kesekian kalinya ia harus
               mengalami goncangan jiwa yang berat. Gunawan Wiradi kehi-
               langan dua orang yang sangat dicintainya, ibu dan pacarnya. Ibu-
               nya meninggal sebab sudah sepuh (usia lanjut). Akibatnya, untuk
               pertama kali dalam sejarah sekolahnya, ia tinggal kelas. 34
                   Aktivitasnya sebagai mahasiswa di luar perkuliahan mampu
               membantu mengatasi goncangan itu. Dalam Pemilu 1955 Guna-
               wan Wiradi menjadi anggota pengawas pemilu yang dengan SK
               Walikota Bogor disebut sebagai “Polisi Tak Bergajih”. Di tahun
               itu pula ia aktif sebagai pimpinan Seksi dalam Panitia Persiapan
               Nasional Konferensi Mahasiswa Asia-Afrika (KMAA) yang
               terselenggara setahun kemudian yaitu tahun 1956, di Bandung.
               Ia menjadi koordinator seksi dokumentasi.
                   Dalam Konferensi itulah Gunawan Wiradi banyak bergaul
               dengan mahasiswa dari negara lain dan semakin akrab dengan
               mereka dalam Persatuan Perhimpunan-perhimpunan Mahasiswa
               Indonesia (PPMI). Dalam organisasi ini terhimpun HMI, GMNI,
               PMKRI, GMKI, dan berbagai oganisasi lain yang umumnya ber-
               anggotakan mahasiswa yang berasal dari Tentara Pelajar.
                   Terkait dengan KMAA ini, Gunawan Wiradi menjelaskan,





                   33  Wawancara Noer Fauzi dan Ratna Saptari dengan Gunawan Wiradi,
               Leiden, 13 Februari 2005.
                   34  Endang Suhendar, op.cit., hal. xv.
               208
   256   257   258   259   260   261   262   263   264   265   266