Page 263 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 263

Ahmad Nashih Luthfi


                   itu komunis. Dari Bogor dapat jatah seksi dokumentasi, ketuanya
                   Sudarmaji, saya sebagai wakil ketuanya…
                   Dulu mahasiswa menulis dengan steno karena tanpa itu tidak
                   terkejar. Saya menyalin lagi tulisan steno ke dalam tulisan biasa.
                   Tetapi saya melibatkan teman-teman. Ada yang bagian gambar,
                   ada yang bagian menangkap inti, ada yang bagian nulis semua yang
                   didengar. Saya menyalin ketiganya”. 36

               1.  Menjadi Ketua Senat Mahasiswa UI Bogor

                   Pada tahun 1957-1958, Gunawan Wiradi menjadi Ketua Se-
               nat Mahasiswa Fakultas Pertanian UI di Bogor. Ketua Dewan UI
               (di Jakarta) saat itu adalah Hasan Rangkuti, yang baru saja
               menggantikan Emil Salim. Gunawan Wiradi terpilih sebagai per-
               wakilan angkatan dan bukan dari organisasi ekstra. Ia adalah ke-
               tua senat periode keempat.
                   Lahirnya senat mahasiswa di Bogor cukup unik. Ia
               dilahirkan oleh organisasi ekstra yang telah ada. Berbeda dengan
               Jakarta, Bandung, atau Yogyakarta, dinamika organisasi maha-
               siswa kampus Bogor belum cukup kelihatan. Senat mahasiswa
               didirikan oleh organisasi MMB, GMI, HMI, GMKI, dan PMKRI.
               Lima organisasi eksternal inilah yang membentuk senat. Di anta-
               ra para pendiri senat adalah Kampto Utomo, Santoso dan Sarya-
               di yang mereka ini sudah berada di tingkat terakhir perkuliahan.
                   Sebagai mahasiswa, Gunawan tercatat sebagai anggota Gera-
               kan Mahasiswa Indonesia (GMI). Namun ketika terpilih sebagai
               ketua senat, ia mewakili tingkatan kuliah, bukan organisasi GMI.
               Saat terpilih, ia tidak sedang ada dalam acara pemilihan sebab
               sedang melakukan praktik lapangan bersama dosennya, Dr. Ir.
               Kampto Utomo.  37

                   36  Wawancara Moh. Shohibuddin, A. N. Luthfi, dan Eko Cahyono dengan
               Gunawan Wiradi, Bogor, 9 Februari 2008
                   37  Gunawan Wiradi menyebut Kampto Utomo yang selanjutnya dikenal
               dengan Sajogyo ini sebagai “kawan, guru, dan bapak”: kawan dalam organisasi
               kemahasiswaan ekstra maupun intra; guru sebab merasa pernah diajar di per-
               kuliahan hingga mendapat bimbingan selama penulisan skripsi; dan bapak dalam
               mendampingi hidupnya terutama pada masa-masa sulit. Gunawan Wiradi, “Prof.
               Dr. Ir. Sajogyo: Temanku, Guruku, dan Bapakku”, dalam Mubyarto dkk. (ed.),
               Sajogyo, Bapak, Guru, dan Sahabat, (Bogor: Yayasan Agro Ekonomika, 1996), hal.
               72-75.
               210
   258   259   260   261   262   263   264   265   266   267   268