Page 273 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 273
Ahmad Nashih Luthfi
D. Insinyur Pengkaji Landreform
Tahun 1963 Gunawan Wiradi tamat dari Fakultas Pertani-
an, tepat di tahun berdirinya IPB. Waktu itu aturan yang berlaku
agar menjadi insinyur adalah diwajibkannya mahasiswa tingkat
akhir menghasilkan minimal enam karya (skripsi), dengan kate-
gori “mayor” dan “minor”. Dua penelitian mayor Gunawan Wi-
radi adalah mengenai marketing minyak kelapa di Jawa Timur
(studi lapangan) dan perdagangan dalam negeri (studi literatur).
Sedangkan penelitian minornya adalah sosiologi pedesaan.
Sekalipun dari Jurusan Sosial Ekonomi, mahasiswa Fakultas
Pertanian saat itu dituntut menulis skripsi bidang teknis. Dalam
hal ini, Gunawan Wiradi mengambil topik “pemupukan rum-
put”. Dua makalah yang bersifat elektif ditulisnya, yakni tentang
Demografi dan Sistem Usaha Tani. Skripsinya di bidang sosiologi
pedesaan mengambil lokasi penelitian di Ngandagan, sebuah
desa di Purworejo, Jawa Tengah. Dalam skripsinya itu Gunawan
Wiradi telah menunjukkan ketertarikannya pada landreform.
“Sebenarnya itu tidak sengaja. Saya mau ambil Sosiologi, jadi
Pak Sajogyo yang mengajar mengundi saja lokasi untuk
latihan meneliti. Itu tidak untuk skripsi, wong itu mata
kuliah usaha tani di tingkat 4. Nah, lokasinya di Ngandagan,
judul penelitiannya, ‘Perubahan Bentuk Usaha Tani, Dulu
dan Sekarang’. Waktu mau menulis skripsi, Pak Sajogyo
menyarankan untuk kembali ke Ngandagan”. 60
Di bawah bimbingan Dr. Ir. Sajogyo, skripsinya yang ber-
judul “Land Reform di Desa Jawa: Studi Kasus Tentang Peranan
Lurah dalam Pengambilan Keputusan” ini mengulas tentang
pelaksanaan landreform di tahun 1947 yang berasal dari inisiatif
desa (bukan pemerintah pusat ataupun daerah); bagaimana pro-
ses pengambilan keputusan oleh lurah; dan “pertukaran kerja”
yang diakibatkan oleh kebijakan landreform tersebut.
Kesimpulan utama skripsi Gunawan Wiradi adalah peran
penting pemilik otoritas (the role of authority) dan peran kekayaan
60 Wawancara dengan Gunawan Wiradi, Bogor, 25 April 2008.
220

