Page 26 - Evam Bhavatu
P. 26
Tetapi naasnya, luka itu nanti bekasnya tidak bisa hilang.
Karena di jaman ini masih belum ada cara untuk
menghilangkan bekas luka
Aku pun tidak masalah tetapi tidak tahu dengan Quirino….
Aku pun berjalan ke arah perpustakaan seperti biasa. Disana
aku melihat Austin yang sedang merapihkan bukunya. seperti
ingin pergi
“A-Austin, Ka-kamu ma-mau ke-kemana?” tanyaku melihat
Austin yang memindahkan buku buku ke arah kantong magis.
Austin meletakkan buku buku yang dia pegang. Dia meraih
tanganku dan menuntun tanganku untuk berjalan ke arah sofa
terdekat
“Nyonya... maafkan saya atas kejadian kemarin. Saya benar
benar tidak menyangka ternyata yang mulia Quirino melihat
saya seperti itu.” ucap Austin sambil memegang erat tanganku
dengan lembut
“Oleh karena itu, saya ingin pindah ke menara sihir lagi yang
mulia.” ucap Austin
Aku hanya menatap Austin
Austin menatapku, dia mengangkat tangan ku lalu
menciumnya. Seperti salam bangsawan
Aku tetap diam menatap Austin yang bersiap siap untuk
pindah.
“Saya mohon agar hidup anda selalu bahagia” Ucap Austin
tersenyum pahit di pintu sebelum pergi dan dia tidak sekalipun
menatap kebelakang
Evam Bhavatu 22