Page 27 - Evam Bhavatu
P. 27
Aku merasa tubuhku terguncang guncang
Aku pun berusaha membuka mata dan dengan samar samar
melihat roseiu yang menangis. Situasi ini… Sangat familiar
Jangan…
Jangan bilang…
Aku berlari sekuat tenaga tanpa memikirkan apa pun…
Aku mencari cari dan menemukan…
Disana..
Ya disana…
Dibawah sinar rembulan yang indah
Sebuah kepala terlepas dari badannya dan melayang indah
dengan darah yang menghiasinya. Terlihat sebuah pedang silver
yang berkilau dibawah sinar rembulan yang bercorak darah
membentuk sebuah keindahan tersendiri
‘A-ap apa ya-yang bar-ru sa-saja ku-kuli-lihat?’ ucapku lirih
bergetar. Aku merasa seperti tidak memiliki kekuatan apa pun
hingga akhirnya aku pun terjatuh
Aku yakin ini hanya halusinasi, aku berusaha untuk berdiri, tetapi
kakiku menolak untuk berdiri
Aku pun merangkak menyeret kakiku menggunakan tanganku
meraih pintu keluar perpustakaan. Agar aku keluar dari mimpi
atau halusinasi ini
Tetapi sebuah tangan kekar menarikku
Tangan itu, milik Quirino…
Dia menyeretku ke hadapan tubuh Austin. Aku hanya membuang
muka dan menutup mata tidak mau lihat
Tiba tiba Quirino memegang pipiku erat seperti memaksaku
untuk melihatnya. Aku merasakan sakit yang teramat dipipiku
hingga aku membuka mataku.
Evam Bhavatu 23