Page 119 - FTHP_BUKU AJAR
P. 119
Buku Ajar
pengawet pada bunga potong. Namun aspirin sulit larut dalam air
sehingga larutan yang mengandung sukrosa-aspirin dapat mensuplai
energi bagi bunga potong namun tidak mampu menekan pertumbuhan
bakteri dalam media.
Saat ini larutan pengawet yang banyak digunakan dalam industri
bunga besar adalah 8-hidroquinoline sitrat dan sukorosa. 8-HQC
adalah bakterisida yang dapat menurunkan pH (berperan sebagai
acidifying agent). Disamping menekan laju pertumbuhan bakteri dan
menurunkan pH, 8_HQC juga mencegah terbentuknya penghalang
kimiawi pada batang yang dapat menghambat laju penyerapan air dan
sukrosa. Sukrosa yang diserap batang berperan dalam mempertahankan
kualitas dan turgiditas bunga serta memperpanjang umur simpan
bunga. Jenis larutan pengawet lain yang banyak digunakan untuk
mempertahankan keawetan bunga potong adalah larutan perak
nitrat atau thiosulfat. Larutan perak nitrat bersifat antagonis
terhadap etilen sehingga dapat mencegah gugurnya mahkota bunga,
menggulungnya kelopak bunga, dan menurunnya kondisi bunga potong
secara umum. Dengan demikian larutan pengawet memang efektif
dalam memperhatahankan kualitas bunga potong.
Grading dan sortasi
Indonesia masih belum memiliki standar pengkelasan baku untuk
bunga potong yang akan dijual di pasar. Pengkelasan hanya dilakukan
berdasarkan permintaan konsumen. Di Amerika Serikat standardisasi
grading dilakukan oleh himpunan standardisasi grading untuk bunga
potong Amerika. Mereka menetapkan ketentuan yang harus dipenuhi oleh
petani agar bunga potong yang dihasilkan layak dijual di pasar. Bunga
potong dikelompokkan dalam bunga potong berkualitas tinggi jika bunga
mampu mekar utuh, simetris, bebas seranggadan penyakit serta bebas dari
kerusakan mekanis, dan tidak mengalami hambatan mekar. Tangkai
bunga harus kuat dan lurus, kebengkokan tangkai bunga tidak boleh lebih
0
dari 30 .
Fisiologi dan Teknologi Pasca Panen Produk Pertanian 99

