Page 108 - RBDCNeat
P. 108
anakanak yang bersekolah di SD umum. Namun, aku juga tidak
mau dimarahi tanpa mau mendengar alasanku sebenarnya.
Sungguh, ini di luar kehendakku.
10. Aku Akan Dimasukkan ke Panti
Asuhan
etika itu, Mama belum juga memberi kabar ke
Indonesia sampai ada orang yang mengira Mama sudah
Kmeninggal dunia. Beliau mungkin merasa kasihan
melihat Uwa yang merawatku, sedangkan aku dianggapnya
tidak bisa membalas budi Uwa. Jangankan untuk balas budi,
untuk merawat diri sendiri saja aku tidak bisa. Jadi, untuk
apa orang seperti aku ini dipertahankan? Bapaknya pun tidak
mau memedulikan lagi.
Orang itu sampai berkata kepada tetangga yang masih
saudara jauh denganku, “Geus weh si Eneng teh urang bikeun
40
ka panti asuhan keun.”
“Ya Allah, kenapa hidupku seperti ini?
Kesedihan terus menghampiri diri ini.”
Perkataan itu akhirnya sampai ke telinga Uwa. Uwa
tersentak dan marah, “Sangenah na wae, budak ieu dititah ke
panti asuhakeun. Naha di dieu oge masih sanggup mere dahar
jang si Eneng mah, teu kudu di ka panti asuhan keun. Bejakeun
40
Sudah, si Eneng dikasihkan saja ke panti asuhan.
72 | Roda Berputar dalam Cahaya