Page 77 - Kepemimpinan Transformasional Pada Pelayanan Kesehatan Primer
P. 77

G.  Membangun  Budaya  Pembelajaran
                    Organisasi

                    Mutu  layanan  yang  berkelanjutan  hanya  mungkin
                    tercipta jika Puskesmas menjadi sebuah Organisasi
                    Pembelajar. Hal ini ditandai dengan kemampuan tim
                    untuk  merefleksikan  praktik  klinis,  mengidentifikasi
                    kesalahan sistemik tanpa saling menyalahkan, dan
                    mengadaptasi strategi berdasarkan data riil.
                    Kepemimpinan      transformasional    memperkuat
                    budaya    ini   melalui   penyediaan   Keamanan
                    Psikologis (Psychological  Safety).  Sebagaimana
                    ditegaskan  oleh  Edmondson  (1999),  ketika  staf
                    merasa  aman  untuk  mengemukakan  masalah  dan
                    usulan  perbaikan  tanpa  takut  akan  sanksi,  siklus
                    pembelajaran menjadi lebih dinamis. Di Puskesmas,
                    hal  ini  dapat  diwujudkan  melalui  audit  internal  dan
                    diskusi   kasus   yang   bersifat   solutif,   bukan
                    menghakimi.


               H.  Manajemen             Perubahan            dalam
                    Peningkatan Mutu

                    Peningkatan  mutu  di  Puskesmas  bukan  sekadar
                    urusan  teknis  seperti  mengisi  formulir  PDSA,
                    melainkan sebuah upaya besar dalam Manajemen
                    Perubahan.  Jika  PDSA  adalah  "mesinnya",  maka
                    manajemen  perubahan  adalah  "peta  jalannya".
                    Untuk    memahami      proses   ini,   kita   dapat
                    menggunakan  model  klasik  dari  Kurt  Lewin  yang
                    dipadukan dengan strategi Kotter (1996).

                                                                    74
   72   73   74   75   76   77   78   79   80   81   82