Page 228 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 228

Siswa dapat mengenali pertanyaan ilmiah, merancang prosedur
                           investigasi, serta menilai validitas data atau metode ilmiah yang
                           digunakan.
                        3. Menafsirkan Data dan Bukti Secara Ilmiah (Interpreting Data and
                           Evidence Scientifically)
                           Siswa mampu menginterpretasikan data, menarik kesimpulan logis,
                           serta menghubungkan informasi dengan konsep atau teori ilmiah yang
                           relevan.
                              Ketiga domain ini saling berkaitan dan membentuk fondasi berpikir
                        ilmiah yang komprehensif — mulai dari memahami, menyelidiki, hingga
                        menilai dan mengomunikasikan hasil pemikiran berbasis sains.
                        2.2.2 Indikator Literasi Sains Menurut Bybee
                              Bybee (2013) mengemukakan bahwa literasi sains berkembang
                        melalui empat tingkat (levels), yaitu:
                           1. Nominal Scientific Literacy
                               Individu mengenal istilah-istilah ilmiah tetapi belum memahami
                               maknanya secara konseptual. Contoh: siswa tahu istilah “energi
                               kinetik”, tetapi tidak dapat menjelaskan artinya.
                           2. Functional Scientific Literacy
                               Individu   memahami        konsep     ilmiah   dasar     dan    mampu
                               menggunakannya dalam situasi sederhana. Contoh: memahami
                               bahwa energi diperlukan untuk melakukan kerja.
                           3. Conceptual and Procedural Literacy
                               Individu memahami konsep ilmiah secara mendalam dan dapat
                               menerapkannya dalam eksperimen, analisis data, atau pemecahan
                               masalah. Contoh: dapat menjelaskan hubungan antara energi
                               potensial dan kinetik melalui percobaan.
                           4. Multidimensional Scientific Literacy
                               Individu mampu mengintegrasikan pengetahuan ilmiah dengan
                               konteks sosial, ekonomi, dan lingkungan secara kritis dan reflektif.
                               Contoh: menilai dampak penggunaan energi fosil terhadap
                               perubahan iklim dan kesejahteraan manusia.
                              Tingkatan ini menunjukkan bahwa literasi sains merupakan proses
                        bertahap yang berkembang dari sekadar mengenal istilah hingga mampu
                        berpikir ilmiah secara reflektif dan aplikatif.
                        2.2.3 Urgensi Literasi Sains dalam Pembelajaran di Madrasah
                              Dalam konteks pendidikan di Indonesia, khususnya di Madrasah
                        Tsanawiyah (MTs), literasi sains menjadi aspek penting untuk membentuk
                        peserta didik yang kritis, rasional, dan berakhlak ilmiah. Pembelajaran
                        sains di madrasah tidak hanya diarahkan pada pencapaian kognitif, tetapi
                        juga penguatan nilai-nilai Islam yang sejalan dengan prinsip ilmiah, seperti
                        rasa ingin tahu terhadap ciptaan Allah dan tanggung jawab terhadap
                        lingkungan.
                              Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa siswa madrasah
                        masih menghadapi tantangan dalam menguasai literasi sains, di
                        antaranya:
                        1. Pembelajaran yang masih berpusat pada guru (teacher-centered);



                                                               9
   223   224   225   226   227   228   229   230   231   232   233