Page 227 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 227
1. Percakapan interaktif berbasis teks seputar konsep energi, materi, dan
ekosistem;
2. Kuis reflektif dan penilaian otomatis
3. Pemberian umpan balik adaptif; sert
4. Rekomendasi belajar lanjutan sesuai hasil interaksi siswa.
Dengan demikian, CEMARA tidak hanya menjadi alat bantu
teknologi, tetapi juga asisten pembelajaran digital yang mendukung
perkembangan literasi sains siswa secara komprehensif, meliputi aspek
kognitif, afektif, dan keterampilan berpikir ilmiah.
2.2 Literasi Sains
Secara umum, literasi sains (scientific literacy) dapat diartikan
sebagai kemampuan seseorang untuk memahami konsep-konsep ilmiah,
menerapkan prinsip-prinsip sains dalam kehidupan sehari-hari, serta
mengambil keputusan berdasarkan bukti ilmiah (Bybee, 2013). Literasi
sains bukan sekadar kemampuan untuk menguasai pengetahuan faktual,
tetapi juga mencakup keterampilan berpikir ilmiah, pemecahan masalah,
dan kesadaran terhadap dampak sosial dari sains dan teknologi.
Menurut OECD (Organisation for Economic Co-operation and
Development) dalam kerangka PISA 2018, literasi sains didefinisikan
sebagai:
“Kemampuan untuk melibatkan diri dengan isu-isu yang
berhubungan dengan sains, serta dengan ide-ide sains, sebagai warga
negara reflektif yang paham terhadap sains.”
Definisi ini menekankan bahwa seseorang yang memiliki literasi
sains tidak hanya mengetahui konsep ilmiah, tetapi juga mampu
menggunakan pengetahuan tersebut secara bertanggung jawab dan kritis
dalam berbagai konteks kehidupan sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Dengan demikian, literasi sains melibatkan tiga komponen utama, yaitu:
1. Pengetahuan ilmiah (scientific knowledge)
Pemahaman terhadap konsep, teori, dan proses ilmiah;
2. Keterampilan ilmiah (scientific skills)
Kemampuan menggunakan pengetahuan ilmiah untuk menjelaskan
fenomena dan memecahkan masalah;
3. Sikap ilmiah (scientific attitudes)
Minat, rasa ingin tahu, dan kesadaran terhadap nilai-nilai sains bagi
masyarakat dan lingkungan.
2.2.1 Komponen Literasi Sains Menurut PISA
Menurut PISA (Programme for International Student Assessment,
2018), literasi sains terdiri dari tiga domain utama, yaitu:
1. Menjelaskan Fenomena Secara Ilmiah (Explaining Phenomena
Scientifically)
Siswa mampu menerapkan pengetahuan ilmiah untuk menjelaskan
berbagai fenomena alam, mengenali pola, serta memahami hubungan
sebab-akibat dalam konteks ilmiah.
2. Mengevaluasi dan Merancang Penyelidikan Ilmiah (Evaluating and
Designing Scientific Inquiry)
8

