Page 226 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 226

2. Keterbatasan waktu dan sumber daya guru dalam memberikan umpan
                           balik individual kepada siswa.
                        3. Kurangnya media pembelajaran interaktif yang mampu menumbuhkan
                           rasa ingin tahu dan keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar sains.
                              Dalam konteks inilah, chatbot pembelajaran berpotensi menjadi
                        solusi inovatif untuk meningkatkan pemahaman literasi sains. Chatbot
                        dapat berperan sebagai asisten digital interaktif yang mendukung
                        pembelajaran berbasis dialog, eksplorasi, dan refleksi ilmiah.
                              Menurut Winkler dan Söllner (2018), chatbot dalam pembelajaran
                        sains memiliki beberapa peran strategis yang berkontribusi langsung
                        terhadap peningkatan literasi sains siswa, yaitu:
                        1. Sebagai         Fasilitator      Pemahaman            Konsep          Ilmiah
                           Chatbot dapat memberikan penjelasan sederhana, contoh kontekstual,
                           dan visualisasi konsep yang sulit dipahami melalui percakapan adaptif.
                           Dengan fitur ini, chatbot membantu siswa membangun pemahaman
                           konseptual (conceptual understanding), bukan sekadar menghafal
                           definisi.
                        2. Sebagai Tutor Virtual yang Memberikan Umpan Balik (Feedback)
                           Chatbot mampu mendeteksi kesalahan konsep atau jawaban siswa,
                           lalu memberikan koreksi dan penjelasan tambahan secara langsung.
                           Proses ini membantu siswa memperbaiki miskonsepsi secara mandiri
                           dan mengembangkan keterampilan berpikir reflektif.
                        3. Sebagai        Stimulator       Berpikir       Kritis      dan        Inkuiri
                           Chatbot dapat mengajukan pertanyaan pemicu (prompting questions)
                           yang mendorong siswa untuk menganalisis fenomena, membuat
                           hipotesis, dan menghubungkan konsep ilmiah dengan kehidupan nyata.
                           Strategi ini sejalan dengan pendekatan inquiry-based learning yang
                           menjadi dasar pembelajaran sains modern.
                        4. Sebagai Media Belajar Mandiri (Self-Regulated Learning Tool)
                           Chatbot menyediakan lingkungan belajar yang fleksibel, di mana siswa
                           dapat belajar kapan saja dan mengulang materi sesuai kebutuhan.
                           Kemampuan ini mendukung pengembangan kemandirian belajar, yang
                           merupakan salah satu indikator utama literasi sains.
                        5. Sebagai    Pengumpul       Data    Pembelajaran     (Learning     Analytics)
                           Chatbot dapat merekam interaksi siswa seperti frekuensi pertanyaan,
                           tingkat kesulitan, dan pola kesalahan. Data ini dapat dianalisis oleh
                           guru untuk memahami perkembangan literasi sains siswa dan
                           menyesuaikan strategi pengajaran secara lebih tepat.
                              Penelitian oleh Riel & Law (2021) menunjukkan bahwa penggunaan
                        chatbot   edukatif   dalam    pembelajaran     sains    dapat   meningkatkan
                        keterlibatan siswa hingga 35% dan memperbaiki skor pemahaman
                        konseptual     dibandingkan      pembelajaran      konvensional.     Hal     ini
                        membuktikan      bahwa    interaksi   berbasis    AI   mampu     memfasilitasi
                        pembelajaran yang lebih personal, aktif, dan berbasis pengalaman.
                              Dalam konteks penelitian ini, chatbot CEMARA (Chatbot Edukasi
                        untuk Meningkatkan Literasi Sains) dirancang untuk menjalankan peran-
                        peran tersebut melalui fitur:




                                                               7
   221   222   223   224   225   226   227   228   229   230   231