Page 229 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 229

2. Keterbatasan media pembelajaran inovatif;
                        3. Kurangnya waktu untuk eksplorasi dan diskusi ilmiah.
                              Dalam kondisi tersebut, chatbot pembelajaran seperti CEMARA
                        dapat menjadi media alternatif yang membantu siswa madrasah
                        mengembangkan pemahaman ilmiah, kemampuan inkuiri, serta kebiasaan
                        berpikir kritis.
                              Chatbot     CEMARA        mendukung       proses     tersebut    dengan
                        menyediakan penjelasan berbasis dialog, kuis reflektif, serta simulasi
                        konteks ilmiah, yang dapat memfasilitasi pencapaian tiga domain literasi
                        sains versi PISA dan empat level versi Bybee. Dengan demikian, integrasi
                        teknologi AI melalui chatbot dapat memperkuat strategi pembelajaran
                        sains berbasis literasi dan nilai.
                      2.3 Tinjauan Pustaka/ Penelitian Terdahulu
                        1. Penelitian yang dilakukan oleh Yulianti, Yuyu. 2017. Judul Penelitian
                            “Literasi Sains Dalam Pembelajaran IPA” hasil penelitian menyatakan
                            bahwa kemampuan literasi sains disampingmemerlukan motivasi
                            peserta    didik,  guru    juga    perlu   mempertimbangkan        strategi
                            pembelajaran yang sesuai dengan kondisi dan potensi peserta didik
                            yang mana pada proses pembelajarannya menitik beratkan pada
                            pemberian pengalaman langsung dan pengaplikasian hakikat sains
                            dalam kehidupan sehari-hari.
                        2. Penelitian yang dilakukan oleh Muhanditsah, Syida dkk, 2022. Judul
                            Penelitian “Pengaruh Pendekatan STEM Berbantuan Chabot untuk
                            Meningkatkan Literasi Siswa         Sekolah Dasar”, hasil penelitian
                            menyatakan bahwa model STEM berbantuan chatbot dapat menarik
                            perhatian siswa sehingga siswa termotivasi untuk belajar serta
                            menambah pengetahuan literasi sains.
                        3. Penelitian yang dilakukan oleh Wibowo, S,A.,& Faizah, I. 2023. Judul
                            Penelitian   “Pengaruh     Model    Pembelajaran      Berbasis    Masalah
                            berbantuan Chatbot AI terhadap Higher Order Thinking Skill” hasil
                            penelitian menyatakan bahwa penggunaan model pembelajaran
                            berbasis masalah berbantuan chatbot AI cukup efektif untuk
                            digunakan pada pembelajaran di Sekolah Dasar.
                        4. Penelitian yang dilakukan oleh Arahma, A,F. 2023. Judul Penelitian
                            “Pengembangan Chabot Sebagai Asisten Tes Formatif untuk
                            Memberikan Umpan Balik Pada Materi Suhu dan Kalor” hasil
                            penelitian menyatakan bahwa Media chatbot berbasis AI sebagai
                            asisten formatif untuk memberikan umpan balik pada materi suhu dan
                            kalor layak untuk digunakan dengan kategori sangat baik.
                        5. Penelitian yang dilakukan oleh A’ini, Q., & Khoiriyah, R. 2024. Judul
                            Penelitian “Merevolusi Pendidikan dengan Kecerdasan Buatan
                            Chatbots : Meningkatkan Pembelajaran dan Penilaian” hasil penelitian
                            menyatakan bahwa penggunaan chatbot AI dalam pendidikan efektif
                            dapat    merancang      pembelajaran      ikuiri  ilmiah   dengan     cara
                            meningkatkan inisiatif siswa, memberikan kesempatan belajar yang
                            bermakna dan interaksi berkualitas tinggi antara guru dan siswa, dan
                            membuatnya lebih mudah diakses oleh peserta didik yang lebih luas.



                                                              10
   224   225   226   227   228   229   230   231   232   233   234