Page 231 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 231
3.4.2 Sampel
Sampel penelitian diambil menggunakan teknik purposive sampling,
yaitu pemilihan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu. Dipilih dua
kelas dengan tingkat kemampuan yang relatif seimbang:
1. Kelas VIII-A sebagai kelompok eksperimen.
2. Kelas VIII-B sebagai kelompok kontrol.
3. Jumlah masing-masing kelompok adalah sekitar 30 siswa.
3.5 Variabel Penelitian
Tabel 2. Variabel Penelitian
Jenis Variabel Nama Variabel Indikator
1. Interaksi dengan chatbot
Pemanfaatan
Variabel 2. Frekuensi penggunaan
bebas (X) Chatbot 3. Kualitas respons chatbot
CEMARA
4. Keterlibatan siswa
1. Pengetahuan ilmiah (konsep, fakta,
teori)
Variabel Pemahaman 2. Kompetensi ilmiah (penalaran dan
terikat (Y) Literasi Sains bukti)
3. Sikap ilmiah (rasa ingin tahu, berpikir
kritis)
3.6 Instrumen Penelitian
Untuk mengumpulkan data, digunakan beberapa instrumen berikut:
a) Tes Literasi Sains (Pre-test dan Post-test)
(1) Bentuk: Pilihan ganda dengan 4 opsi.
(2) Jumlah soal: 25 butir.
(3) Aspek yang diukur: konsep, penalaran ilmiah, dan penerapan
sains.
(4) Validitas diuji menggunakan korelasi Product Moment Pearson
dan reliabilitas dengan Cronbach’s Alpha.
b) Angket Respon Siswa terhadap Chatbot CEMARA
(1) Bentuk: Skala Likert (1–5).
(2) Aspek: kemudahan penggunaan, keterlibatan belajar, manfaat
terhadap pemahaman sains, dan kepuasan belajar.
c) Observasi Aktivitas Belajar
Digunakan untuk melihat tingkat partisipasi dan interaksi siswa
selama pembelajaran.
3.7 Prosedur Penelitian
Tahapan penelitian terdiri dari tiga fase utama:
a) Tahap Persiapan
(1) Menyusun instrumen penelitian (tes dan angket).
(2) Mendesain dan menguji chatbot CEMARA untuk memastikan
fungsionalitas.
(3) Melakukan uji coba terbatas terhadap beberapa siswa untuk
memastikan chatbot bekerja sesuai rencana.
b) Tahap Pelaksanaan
(1) Pre-test diberikan kepada kedua kelompok untuk mengukur
kemampuan awal literasi sains.
12

