Page 235 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 235
Söllner (2018), Fadhil & Gabrielli (2020), Kerly et al. (2007), dan Pereira et
al. (2021), yang menunjukkan bahwa chatbot interaktif meningkatkan
keterlibatan, motivasi, dan kepuasan belajar siswa. Statistik kemudahan
penggunaan chatbot dapat dilihat pada tabel 4 dibawah ini.
Tabel 4. Statistik Kemudahan Penggunaan Chatbot
Statistik Q1 Q2 Q3 Q4
Frekuensi Skor 1 0 0 0 0
Frekuensi Skor 2 0 0 0 0
Frekuensi Skor 3 5 0 5 3
Frekuensi Skor 4 20 22 17 23
Frekuensi Skor 5 5 8 8 4
Total Responden (n) 30 30 30 30
Persentase Skor 3 16,7% 0,0% 16,7% 10,0%
Persentase Skor 4 66,7% 73,3% 56,7% 76,7%
Persentase Skor 5 16,7% 26,7% 26,7% 13,3%
Mean (Rata-rata) 4,00 4,27 4,10 4,03
Standar Deviasi (SD) 0,52 0,45 0,58 0,41
Kategori Interpretasi Setuju Sangat Setuju Setuju Setuju
Keterangan:
Q = Question (pertanyaan)
(1) = Skala linkert; Sangat tidak setuju
(2) = Skala linkert; Tidak setuju
(3) = Skala linkert; Ragu-ragu
(4) = Skala linkert; Setuju
(5) = Skala inkert; Sangat setuju
Berdasarkan hasil kuesioner, terlihat bahwa sebagian besar
responden memberikan skor tinggi (4–5) pada semua item pertanyaan
(Q1–Q4). Rata-rata skor untuk Q1 sebesar 4,00 (Standar Deviasi (SD) =
0,52), Q2 sebesar 4,27 (Standar Deviasi (SD) = 0,45), Q3 sebesar 4,10
(Standar Deviasi (SD) = 0,58), dan Q4 sebesar 4,03 (Standar Deviasi (SD)
= 0,41). Mayoritas responden memilih skor 4 dan 5 pada setiap item,
sehingga interpretasi kategori adalah Setuju hingga Sangat Setuju, yang
menunjukkan penerimaan dan kepuasan siswa terhadap aspek yang
diukur.
Secara keseluruhan, Q2 memiliki skor rata-rata tertinggi,
menandakan bahwa responden memberikan penerimaan paling kuat
terhadap pernyataan tersebut. Hasil ini sesuai dengan teori Piaget (1952)
mengenai tahap operasional formal, di mana remaja awal mampu berpikir
abstrak dan logis, sehingga dapat menilai dan menyerap informasi secara
kritis.
Temuan ini juga sejalan dengan studi pustaka yang relevan.
Winkler dan Söllner (2018) menyatakan bahwa chatbot pendidikan dapat
meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar siswa. Fadhil dan Gabrielli
(2020) menekankan bahwa interaksi adaptif melalui chatbot mendukung
pembelajaran mandiri dan memperkuat pemahaman konsep. Kerly et al.
(2007) menemukan bahwa chatbot efektif memfasilitasi diskusi berbasis
konsep, sedangkan Pereira et al. (2021) menunjukkan bahwa chatbot
interaktif meningkatkan kepuasan dan motivasi belajar siswa. Dengan
demikian, penggunaan Chatbot CEMARA sebagai media pembelajaran
16

