Page 240 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 240
Tabel 8. Hasil Perhitungan Uji Normalitas
Variabel Kolmogorov– Shapiro– Keputusa Interpreta
Smirnov (Sig.) Wilk (Sig.) n si
Data
Q1–Q4 0,200 0,141 H₀ berdistribu
diterima
si normal
Data
Q5–Q8 0,177 0,168 H₀ berdistribu
diterima
si normal
Data
Q9–Q12 0,189 0,112 H₀ berdistribu
diterima
si normal
Data
Q13– 0,200 0,093 H₀ berdistribu
Q17 diterima
si normal
Berdasarkan hasil uji normalitas di atas, seluruh kelompok item
(Q1–Q17) memiliki nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 baik pada uji
Kolmogorov–Smirnov maupun Shapiro–Wilk. Dengan demikian, hipotesis
nol (H₀) yang menyatakan bahwa data berdistribusi normal diterima.
Secara teoritis, hal ini menunjukkan bahwa data hasil kuesioner memiliki
distribusi mendekati normal.
Menurut Field (2013) dan Ghozali (2018), data dengan skala Likert
dan jumlah responden ≥ 30 dapat dianggap memenuhi asumsi normalitas,
meskipun terdapat sedikit penyimpangan. Dengan terpenuhinya asumsi
normalitas, maka data layak digunakan dalam analisis parametrik uji-t
(independent sample t-test).
4.1.7 Uji Homogenitas
Tabel 9. Hasil Perhitungan Uji Homogenitas
Kelompok Levene Sig. Keputusan Interpretasi
Variabel Statistic (p)
Varians antar responden
Q1–Q4 1,142 0,341 H₀ diterima
homogen
Varians antar responden
Q5–Q8 0,957 0,422 H₀ diterima
homogen
Varians antar responden
Q9–Q12 1,086 0,372 H₀ diterima
homogen
Varians antar responden
Q13–Q17 0,894 0,489 H₀ diterima
homogen
Berdasarkan hasil uji homogenitas menunjukkan bahwa semua
kelompok pertanyaan memiliki nilai signifikansi lebih besar dari 0,05,
sehingga H₀ diterima. Artinya, data bersifat homogen, atau varians antar
responden pada setiap kelompok item relatif sama.
Secara teoritis, hasil ini sejalan dengan pendapat Ghozali (2018)
yang menyatakan bahwa homogenitas varians merupakan salah satu
21

