Page 242 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 242

interaksi sosial dan dukungan teknologi dapat memperkuat zona
                        perkembangan proksimal (ZPD) siswa dalam memahami konsep baru.
                              Aspek Manfaat Pemahaman Literasi Sains juga menunjukkan
                        perbedaan signifikan (p = 0,008), di mana kelas eksperimen memperoleh
                        skor rata-rata 4,22. Hal ini menegaskan bahwa chatbot mampu membantu
                        siswa mengaitkan pengetahuan ilmiah dengan konteks kehidupan nyata.
                        Bybee (2013) menyatakan bahwa literasi sains mencakup kemampuan
                        menggunakan pengetahuan ilmiah dalam pengambilan keputusan dan
                        pemecahan masalah, sehingga dukungan media digital interaktif sangat
                        relevan dalam pembelajaran sains modern.
                              Adapun pada aspek Kualitas Respons dan Kepuasan Belajar,
                        perbedaan signifikan (p = 0,010) menunjukkan bahwa siswa merasa lebih
                        puas dan termotivasi dalam menggunakan chatbot sebagai pendamping
                        belajar. Hal ini sejalan dengan teori motivasi intrinsik Deci dan Ryan (1985)
                        yang menegaskan bahwa perasaan otonomi dan keterlibatan aktif dapat
                        meningkatkan kepuasan serta hasil belajar.
                              Secara    keseluruhan,     hasil   uji-t  ini  mengonfirmasi      bahwa
                        penggunaan chatbot sebagai media pembelajaran efektif meningkatkan
                        kemudahan, keterlibatan, pemahaman literasi sains, serta kepuasan
                        belajar siswa dibandingkan metode konvensional.



                        4.2 Pembahasan Penelitian
                             Hasil    penelitian   menunjukkan      bahwa     chatbot    pembelajaran
                        “CEMARA” mampu berperan sebagai media interaktif yang efektif dalam
                        mendukung proses belajar sains. Berdasarkan analisis statistik deskriptif
                        dan uji-t per aspek, terlihat bahwa rata-rata respon peserta didik berada
                        pada kategori “setuju” hingga “sangat setuju”, menandakan penerimaan
                        positif terhadap kemudahan penggunaan, keterlibatan belajar, manfaat
                        literasi sains, serta kepuasan belajar.
                             Penelitian ini sejalan dengan teori Computer-Assisted Learning
                        (Mayer, 2014) yang menyatakan bahwa integrasi teknologi interaktif dapat
                        meningkatkan keterlibatan kognitif dan motivasi belajar siswa. Selain itu,
                        penelitian ini memperkuat studi sebelumnya oleh Firdaus dan Nugroho
                        (2022) yang menjelaskan bahwa chatbot berbasis AI dapat menjadi
                        fasilitator pembelajaran mandiri melalui umpan balik langsung dan
                        komunikasi dua arah.
                             Dengan demikian, penggunaan chatbot “CEMARA” tidak hanya
                        memudahkan akses informasi, tetapi juga menciptakan pengalaman
                        belajar yang adaptif dan menarik. Hasil positif ini mengindikasikan bahwa
                        media berbasis AI berpotensi besar diterapkan secara luas dalam
                        pendidikan sains untuk meningkatkan pemahaman konseptual sekaligus
                        kepuasan belajar peserta didik.











                                                              23
   237   238   239   240   241   242   243   244   245   246   247