Page 246 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 246

= 0,65), yang menandakan bahwa siswa merasa terbantu dan termotivasi
                        dalam belajar menggunakan media ini.
                               Secara teoretis, temuan ini sejalan dengan teori konstruktivisme
                        sosial (Vygotsky, 1978) yang menekankan pentingnya interaksi dalam
                        membangun       pengetahuan.     Chatbot    “CEMARA”      berperan     sebagai
                        scaffolding digital, membantu siswa mengonstruksi pengetahuan melalui
                        dialog dan umpan balik adaptif. Selain itu, sesuai dengan model literasi
                        sains   menurut     Bybee    (1997),    penggunaan      chatbot   mendukung
                        kemampuan siswa dalam memahami fenomena ilmiah, menerapkan
                        konsep    sains   dalam     kehidupan    sehari-hari,   serta   meningkatkan
                        keterampilan berpikir kritis.
                               Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa chatbot “CEMARA”
                        efektif dalam meningkatkan literasi sains siswa, baik melalui peningkatan
                        pemahaman konsep, keterlibatan aktif dalam pembelajaran, maupun
                        kepuasan terhadap pengalaman belajar interaktif yang ditawarkan.



                        4.2.3 Mengetahui persepsi siswa terhadap penggunaan chatbot
                               “CEMARA” belajar
                               Persepsi siswa terhadap penggunaan chatbot “CEMARA” dianalisis
                        untuk memahami bagaimana pengalaman mereka saat berinteraksi
                        dengan media pembelajaran berbasis kecerdasan buatan tersebut.
                        Berdasarkan     hasil  kuesioner    yang    mencakup      beberapa    aspek—
                        kemudahan penggunaan, keterlibatan belajar, manfaat literasi sains, serta
                        kualitas  respons    dan    kepuasan     belajar—diperoleh     nilai  rata-rata
                        keseluruhan sebesar 4,13 dengan kategori “setuju”. Hasil ini menunjukkan
                        bahwa secara umum, siswa memiliki persepsi positif terhadap penerapan
                        chatbot “CEMARA” dalam kegiatan belajar sains.
                               Sebagian    besar    responden     menilai   bahwa    chatbot    mudah
                        digunakan (M = 4,12; SD = 0,57) dan mampu membantu mereka
                        memahami materi secara lebih jelas serta menarik. Siswa juga merasa
                        bahwa interaksi dengan chatbot mendorong mereka untuk lebih aktif
                        bertanya dan mengeksplorasi topik sains secara mandiri. Hal ini
                        memperlihatkan bahwa chatbot “CEMARA” tidak hanya berfungsi sebagai
                        sumber informasi, tetapi juga sebagai mitra belajar interaktif yang
                        menstimulasi rasa ingin tahu dan partisipasi aktif siswa.
                               Secara teoretis, temuan ini didukung oleh Technology Acceptance
                        Model (TAM) yang dikembangkan oleh Davis (1989), yang menjelaskan
                        bahwa persepsi kemudahan penggunaan (perceived ease of use) dan
                        persepsi kegunaan (perceived usefulness) merupakan faktor utama dalam
                        penerimaan     teknologi   oleh   pengguna.     Dalam    konteks    ini,  siswa
                        menunjukkan tingkat penerimaan tinggi terhadap chatbot karena merasa
                        teknologi tersebut mudah digunakan dan bermanfaat bagi proses
                        pembelajaran mereka.
                               Selain itu, dari perspektif teori motivasi belajar (Deci & Ryan, 2000),
                        interaksi berbasis chatbot yang memberikan umpan balik cepat dan
                        personal dapat meningkatkan motivasi intrinsik siswa. Siswa merasa




                                                              27
   241   242   243   244   245   246   247   248   249   250   251