Page 241 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 241

syarat penting dalam analisis parametrik. Ketika nilai Sig. > 0,05, maka
                        asumsi kesamaan varians terpenuhi, sehingga hasil analisis statistik
                        selanjutnya uji-t (independent sample t-test).



                        4.1.8 Uji-t (Independent Sample t-test)
                              Uji-t (Independent Sample t-test) digunakan untuk mengetahui
                        perbedaan rata-rata antara kelas eksperimen yang menggunakan chatbot
                        “CEMARA” dan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional
                        dalam pembelajaran sains. Analisis ini dilakukan setelah data dinyatakan
                        berdistribusi normal melalui uji normalitas.
                        Tabel 10. Hasil Perhitungan Uji-t (Independent Sample t-test)
                                                                                   Sig.
                          Aspek          Kelas      N   Mean     SD      t   df          Keterangan
                                                                                   (p)
                        Kemudahan     Eksperimen    15   4,25    0,47 2,65 28 0,012       Signifikan
                        Penggunaan    Kontrol       15   3,89    0,52
                        Chatbot
                        Keterlibatan Eksperimen     15   4,31    0,49 3,02 28 0,005       Signifikan
                        dan
                        Interaksi     Kontrol       15   3,93    0,55
                        Belajar
                        Manfaat       Eksperimen    15   4,22    0,50 2,87 28 0,008       Signifikan
                        Pemahaman
                        Literasi      Kontrol       15   3,88    0,53
                        Sains
                        Kualitas      Eksperimen    15   4,24    0,54 2,76 28 0,010       Signifikan
                        Respons
                        dan           Kontrol       15   3,87    0,58
                        Kepuasan
                        Belajar
                              Berdasarkan hasil Independent Sample T-Test pada Tabel 10,
                        diperoleh nilai p < 0,05 pada keempat aspek yang diuji, sehingga dapat
                        disimpulkan    bahwa     terdapat    perbedaan     signifikan   antara   kelas
                        eksperimen dan kelas kontrol. Artinya, penerapan chatbot pembelajaran
                        memberikan     pengaruh     nyata   terhadap    peningkatan     persepsi   dan
                        pengalaman belajar siswa.
                              Pada aspek Kemudahan Penggunaan Chatbot, nilai rata-rata kelas
                        eksperimen (M = 4,25) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (M = 3,89).
                        Hal ini menunjukkan bahwa peserta didik merasa chatbot mudah
                        digunakan dan membantu dalam proses belajar. Menurut teori Technology
                        Acceptance Model (TAM) oleh Davis (1989), persepsi kemudahan
                        penggunaan merupakan faktor utama yang memengaruhi penerimaan dan
                        efektivitas teknologi dalam pembelajaran.
                              Selanjutnya, pada aspek Keterlibatan dan Interaksi Belajar, hasil uji
                        menunjukkan perbedaan signifikan (p = 0,005). Rata-rata yang lebih tinggi
                        pada kelas eksperimen (M = 4,31) menunjukkan bahwa chatbot
                        berkontribusi terhadap peningkatan partisipasi aktif dan interaksi selama
                        pembelajaran. Sejalan dengan teori konstruktivisme sosial Vygotsky,


                                                              22
   236   237   238   239   240   241   242   243   244   245   246