Page 237 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 237
peserta didik dalam memahami dan menanggapi konten pembelajaran
secara aktif.
Nilai standar deviasi yang berkisar antara 0,52 hingga 0,65
menunjukkan persepsi yang relatif konsisten di antara responden. Hal ini
mengindikasikan bahwa sebagian besar peserta memberikan penilaian
yang serupa terhadap efektivitas chatbot dalam meningkatkan interaksi
belajar. Dengan demikian, chatbot dapat dikatakan efektif dalam
mendukung keterlibatan aktif peserta didik serta memperkuat pengalaman
belajar digital yang interaktif dan bermakna.
4.1.4 Manfaat terhadap Pemahaman Literasi Sains
Aspek manfaat terhadap pemahaman literasi sains bertujuan untuk
menilai sejauh mana chatbot “CEMARA” membantu siswa dalam
memahami konsep-konsep sains secara lebih mendalam dan kontekstual.
Media ini mampu menciptakan pengalaman belajar yang aktif, berbasis
penalaran ilmiah, serta mendukung penguasaan konsep sains secara
lebih mendalam dan aplikatif.
Tabel 6. Manfaat terhadap Pemahaman Literasi Sains
Statistik Q9 Q10 Q11 Q12
Frekuensi Skor 1 0 0 0 0
Frekuensi Skor 2 0 0 0 0
Frekuensi Skor 3 2 5 3 6
Frekuensi Skor 4 20 20 18 17
Frekuensi Skor 5 8 5 9 7
Total Responden (n) 30 30 30 30
Persentase Skor 1 0.0% 0.0% 0.0% 0.0%
Persentase Skor 2 0.0% 0.0% 0.0% 0.0%
Persentase Skor 3 6.7% 16.7% 10.0% 20.0%
Persentase Skor 4 66.7% 66.7% 60.0% 56.7%
Persentase Skor 5 26.7% 16.7% 30.0% 23.3%
Mean (Rata-rata) 4.20 4.00 4.20 4.03
Standar Deviasi (SD) 0.55 0.59 0.61 0.67
Kategori Interpretasi Setuju Setuju Setuju Setuju
Keterangan:
Q = Question (pertanyaan)
(1) = Skala linkert; Sangat tidak setuju
(2) = Skala linkert; Tidak setuju
(3) = Skala linkert; Ragu-ragu
(4) = Skala linkert; Setuju
(5) = Skala inkert; Sangat setuju
Berdasarkan hasil analisis pada Tabel 6, diperoleh nilai rata-rata
(mean) setiap butir berkisar antara 4,00 hingga 4,27, dengan kategori
“Setuju” pada seluruh indikator. Hal ini menunjukkan bahwa peserta didik
memiliki persepsi positif terhadap kualitas respons chatbot serta tingkat
kepuasan yang mereka rasakan selama proses pembelajaran.
Temuan ini memperkuat teori Parasuraman, Zeithaml, & Berry
(1988) mengenai kualitas layanan, yang menjelaskan bahwa kepuasan
pengguna sangat dipengaruhi oleh kecepatan, kejelasan, dan keandalan
respons yang diberikan oleh sistem layanan. Dalam konteks pembelajaran
18

