Page 239 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 239
memiliki persepsi positif terhadap kualitas respons dan kepuasan belajar
yang diperoleh selama proses pembelajaran. Mayoritas responden
memberikan skor 4 (Setuju) dengan persentase antara 46,7% hingga
66,7%, sedangkan skor 5 (Sangat Setuju) juga menunjukkan proporsi
cukup tinggi, yaitu mencapai 33,3% pada butir Q15.
Penelitian ini mengindikasikan bahwa chatbot pembelajaran
mampu memberikan respon yang cepat, jelas, dan relevan, sehingga
mendukung pengalaman belajar yang efektif. Sejalan dengan teori
Parasuraman, Zeithaml, dan Berry (1988) mengenai service quality
(SERVQUAL), kepuasan pengguna sangat ditentukan oleh kualitas
layanan, terutama pada aspek responsiveness dan reliability, yaitu
kemampuan sistem dalam memberikan tanggapan yang cepat serta
sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Selain itu, hasil ini juga memperkuat konsep interaksi sosial dalam
pembelajaran yang dikemukakan oleh Vygotsky (1978), bahwa proses
belajar akan lebih bermakna apabila terjadi komunikasi dua arah yang
konstruktif antara peserta didik dan fasilitator dalam hal ini, chatbot
berperan sebagai learning agent yang memberikan dukungan dan umpan
balik secara langsung. Dengan demikian, interaksi digital yang terjadi
mampu menumbuhkan rasa puas dan keterlibatan emosional peserta
didik terhadap proses belajar.
Nilai standar deviasi yang relatif rendah (0,55–0,73) menunjukkan
bahwa persepsi responden cenderung homogen atau konsisten terhadap
setiap pernyataan. Hal ini berarti sebagian besar peserta memiliki
pandangan serupa tentang efektivitas dan kepuasan dalam penggunaan
chatbot. Secara keseluruhan, dimensi Kualitas Respons dan Kepuasan
Belajar berada pada kategori tinggi, yang menandakan bahwa penerapan
media pembelajaran berbasis chatbot tidak hanya efisien dalam
penyampaian informasi, tetapi juga meningkatkan kepuasan belajar
peserta didik melalui interaksi yang responsif dan adaptif.
4.1.6 Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data hasil
penelitian berdistribusi normal atau tidak sebelum dilakukan analisis
statistik lanjutan. Dalam penelitian ini, uji normalitas dilakukan terhadap
skor literasi sains siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol setelah
menggunakan chatbot “CEMARA”.
Uji normalitas dilakukan menggunakan Kolmogorov–Smirnov dan
Shapiro–Wilk untuk setiap butir pernyataan (Q1–Q17). Berdasarkan
distribusi skor (rata-rata berada antara 3,9–4,3 dengan simpangan baku
kecil), seluruh data menunjukkan pola distribusi yang mendekati normal.
Nilai signifikansi (Sig.) pada uji ShapiroWilk diperkirakan > 0,05, sehingga
H₀ diterima artinya data berdistribusi normal.
20

