Page 290 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 290

dibandingkan perempuan. Sebaliknya, peningkatan partisipasi perempuan
                        dalam sektor ini dapat menjadi peluang penerapan transportasi ramah
                        lingkungan, karena pengemudi perempuan secara umum memiliki gaya
                        berkendara yang lebih efisien dan hemat energi.
                        4.1.3 Jenis Kendaraan yang Digunakan
                             Sebagian besar responden menggunakan kendaraan bermotor roda
                        dua (53%), menunjukkan bahwa moda ini lebih efisien untuk mobilitas dan
                        permintaan layanan jarak pendek di perkotaan.
                        Tabel 10. Distribusi Jenis Kendaraan Responden
                        Jenis Kendaraan                  Frekuensi                 Persentase (%)
                        Motor                                280                          70
                        Mobil                                120                          30
                        Total                                400                         100
                              Berdasarkan hasil analisis deskriptif pada tabel 10, diketahui bahwa
                        sebagian besar responden menggunakan kendaraan bermotor roda dua
                        (motor) sebanyak 280 orang (70%), sedangkan pengguna mobil berjumlah
                        120 orang (30%) dari total 400 pengemudi transportasi online. Data ini
                        menunjukkan bahwa motor masih menjadi moda transportasi dominan
                        dalam sistem transportasi daring di Jakarta, Depok dan Bogor, terutama
                        karena efisiensi biaya, kecepatan mobilitas di area padat, dan kemudahan
                        akses jalan sempit di perkotaan.
                              Penelitian ini sejalan dengan laporan Badan Pusat Statistik (2023)
                        yang mencatat bahwa kendaraan roda dua menyumbang lebih dari 82%
                        total kendaraan bermotor di Indonesia, dan sebagian besar digunakan
                        untuk kegiatan ekonomi harian seperti ojek online, pengiriman barang, dan
                        transportasi jarak pendek. Dalam konteks sosial ekonomi, preferensi
                        penggunaan motor juga mencerminkan karakteristik pekerja sektor
                        informal yang mengutamakan biaya operasional rendah dan fleksibilitas
                        waktu kerja (Yuliana dan Pratama, 2021).
                              Namun, dari perspektif lingkungan dan emisi karbon, jenis
                        kendaraan memiliki dampak langsung terhadap jumlah CO₂ yang
                        dihasilkan. Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
                        (KLHK, 2023), kendaraan bermotor roda dua berkontribusi sekitar 44%
                        terhadap total emisi CO₂ dari transportasi jalan raya, sedangkan
                        kendaraan roda empat menyumbang sekitar 38%, dengan perbedaan
                        signifikan pada volume perjalanan harian. Motor memang menghasilkan
                        emisi per unit yang lebih rendah dibanding mobil, tetapi frekuensi
                        perjalanan yang tinggi pada layanan transportasi daring menyebabkan
                        akumulasi emisi karbon yang substansial.
                              Selain itu, Asian Development Bank (2022) menegaskan bahwa
                        penggunaan kendaraan roda dua berbahan bakar bensin di kota besar
                        Asia Tenggara menjadi sumber utama emisi CO₂ dan polutan udara
                        seperti NOx dan PM2.5, yang memperburuk efek pulau panas perkotaan
                        (urban heat island) serta mempercepat perubahan iklim lokal.
                              Dalam konteks inovasi hijau, temuan ini membuka peluang besar
                        bagi konversi kendaraan listrik (EV conversion) di sektor transportasi
                        daring. Pengemudi motor yang didominasi usia produktif menjadi segmen



                                                              22
   285   286   287   288   289   290   291   292   293   294   295