Page 294 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 294

merupakan faktor utama yang menentukan besarnya emisi karbon di
                        sektor transportasi.
                             Keterkaitan positif antara jarak tempuh dan emisi karbon juga
                        didukung oleh penelitian Sari dan Handayani (2021), yang menjelaskan
                        bahwa peningkatan mobilitas harian sebesar 10 km dapat meningkatkan
                        emisi CO₂ sebesar 12–15% di kawasan perkotaan padat.

                        4.2 Pembahasan
                        4.2.1 Analisis Tingkat Dan Karakteristik Emisi Karbon Transportasi
                               Online
                               Analisis menunjukkan bahwa emisi karbon kendaraan mobil jauh
                        lebih tinggi dibandingkan dengan motor. Rata-rata estimasi emisi untuk
                        mobil mencapai 215 gram CO₂/km, sedangkan motor menghasilkan
                        sekitar 85 gram CO₂/km (Gambar 1). Perbedaan ini disebabkan oleh
                        kapasitas mesin, konsumsi bahan bakar, dan efisiensi energi yang
                        berbeda antara kedua jenis kendaraan.
                               Dari total 400 responden, 70% menggunakan motor dan 30%
                        menggunakan mobil. Dengan demikian, meskipun motor lebih banyak
                        digunakan, total kontribusi emisi karbon tetap signifikan karena tingginya
                        frekuensi perjalanan harian. Hasil ini menggambarkan bahwa aktivitas
                        transportasi online menjadi salah satu sumber emisi karbon yang cukup
                        besar di kawasan perkotaan padat.
                               Penelitian ini sejalan dengan penelitian Setiawan et al. (2022) yang
                        menyatakan bahwa transportasi darat berbasis bahan bakar fosil
                        merupakan penyumbang utama emisi CO₂ perkotaan, terutama dari
                        kendaraan bermotor pribadi dan transportasi daring yang memperkuat
                        efek rumah kaca lokal serta memicu fenomena urban heat island.
                        Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK, 2023) juga
                        menegaskan bahwa sektor transportasi menyumbang sekitar 27% emisi
                        karbon nasional, dengan tren peningkatan seiring pertumbuhan mobilitas
                        digital.
                               Dari sisi karakteristik, pengguna transportasi daring cenderung
                        menempuh jarak rata-rata 40–60 km per hari, sehingga akumulasi emisi
                        tahunan cukup besar jika tidak diimbangi oleh penggunaan bahan bakar
                        efisien atau transisi ke kendaraan listrik. Oleh karena itu, hasil ini
                        mendukung      urgensi    penerapan     strategi  mitigasi   karbon,    seperti
                        pengaturan waktu operasi, optimalisasi rute, dan insentif kendaraan
                        rendah emisi.




















                                                              26
   289   290   291   292   293   294   295   296   297   298   299