Page 299 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 299

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa transportasi online
                        berperan ganda: di satu sisi sebagai solusi mobilitas modern, namun di
                        sisi lain sebagai kontributor signifikan terhadap emisi karbon perkotaan.
                        Evaluasi ini menegaskan urgensi pengembangan sistem transportasi
                        rendah karbon melalui elektrifikasi armada, optimalisasi rute digital, dan
                        kebijakan insentif hijau bagi pengemudi daring.




































                                                Emisi Karbon (gram CO2/km

                            Gambar 3. Hubungan Emisi Karbon (CO2) dengan Suhu Perkotaan


                                      Hasil analisis (Gambar 3) menunjukkan adanya hubungan
                               linier positif antara peningkatan emisi karbon (CO₂) yang dihasilkan
                               dari aktivitas transportasi online dengan kenaikan suhu rata-rata
                               perkotaan. Berdasarkan data simulatif, ketika emisi karbon
                               meningkat dari 80 menjadi 220 gram CO₂/km, suhu perkotaan juga
                               naik dari 29,0°C menjadi 31,0°C. Pola ini mengindikasikan bahwa
                               aktivitas   transportasi   daring    berkontribusi    nyata    terhadap
                               peningkatan suhu mikro di wilayah urban, sejalan dengan
                               fenomena urban heat island.
                                      Fenomena      ini  terjadi  karena    konsentrasi    CO₂    yang
                               meningkat di atmosfer perkotaan memperkuat efek rumah kaca
                               lokal, di mana energi panas dari radiasi matahari terperangkap di
                               permukaan kota. Hal ini diperburuk oleh padatnya lalu lintas,
                               penggunaan bahan bakar fosil, dan kurangnya ruang hijau sebagai
                               penyerap karbon. Penelitian Oke (1982) menjelaskan bahwa
                               daerah dengan aktivitas kendaraan tinggi menunjukkan kenaikan
                               suhu permukaan hingga 2–4°C dibandingkan area sekitarnya yang


                                                              31
   294   295   296   297   298   299   300   301   302   303   304