Page 296 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 296
terjadi di area bisnis dan pusat perbelanjaan, lokasi dominan operasional
transportasi online.
d) Pola Pencarian Penumpang (Idle Trip)
Transportasi online memiliki fase perjalanan tanpa penumpang atau
idle trip, yaitu waktu tempuh pengemudi menuju lokasi penjemputan. Fase
ini menyumbang 10–25% dari total jarak tempuh, tetapi tetap
menghasilkan emisi. Rendahnya efisiensi sistem pemesanan dan
penentuan lokasi penjemputan memperburuk konsumsi bahan bakar,
terutama di jam sibuk.
e) Faktor Teknis Kendaraan
Umur kendaraan dan perawatan mesin berpengaruh terhadap
efisiensi pembakaran. Rata-rata usia kendaraan pengemudi transportasi
online berada pada 5–7 tahun, dengan sebagian tidak melakukan servis
berkala sesuai standar pabrikan. Menurut Dewi & Hartono (2020),
kendaraan dengan usia di atas lima tahun memiliki efisiensi bahan bakar
15–20% lebih rendah, yang berarti emisi karbon meningkat secara
signifikan.
f) Pola Konsumsi Masyarakat
Peningkatan permintaan layanan transportasi daring, terutama pada
jam sibuk dan akhir pekan, turut mendorong peningkatan total emisi
karbon. Perubahan gaya hidup urban menuju pola “on-demand mobility”
menyebabkan peningkatan jumlah perjalanan harian, baik untuk keperluan
pribadi, antar makanan, maupun logistik.
Tabel 14. Analisis Visual: Faktor Dominan Peningkatan Emisi
Faktor Kontribusi Relatif (%)
Frekuensi dan durasi perjalanan 30
Kemacetan dan lalu lintas 25
Idle trip (tanpa penumpang) 20
Bahan bakar fosil 15
Kondisi teknis kendaraan 10
Total 100
Sumber: Hasil analisis survei lapangang dan literatur sekunder, 2025
28

