Page 293 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 293
untuk transisi armada transportasi daring menuju kendaraan listrik (EV)
dan penerapan strategi efisiensi bahan bakar atau eco-driving.
4.1.6 Analisis Regresi Linier Berganda
Tabel 13. Analisis Regresi Linier Berganda
Variabel Koefisien Std. t- Sig. Keterangan
(β) Error hitung (p)
Konstanta (β₀) 1,215 0,238 5,10 0,000 Signifikan
Jarak Tempuh 0,054 0,009 6,00 0,000 Signifikan
(X₁)
Jenis Kendaraan 0,825 0,187 4,41 0,000 Signifikan
(X₂)
Waktu Operasi 0,113 0,047 2,40 0,017 Signifikan
(X₃)
R² = 0.82
F-hitung = 132.45
Sig. F = 0.000
a) Nilai R² sebesar 0,82 menunjukkan bahwa 82% variasi total emisi
karbon dapat dijelaskan oleh tiga variabel bebas, yaitu jarak tempuh,
jenis kendaraan, dan waktu operasi. Sisanya 18% dipengaruhi oleh
faktor lain di luar model (misalnya kondisi lalu lintas, gaya
berkendara, dan efisiensi mesin).
b) Uji F signifikan (p < 0,001) membuktikan bahwa model regresi
secara simultan layak digunakan untuk menjelaskan hubungan
antara variabel bebas dan variabel terikat.
c) Jarak Tempuh (β₁ = 0,054; p < 0,001) berpengaruh positif signifikan
terhadap emisi karbon. Artinya, semakin jauh jarak tempuh per hari,
semakin besar emisi CO₂ yang dihasilkan. Setiap kenaikan 1 km
perjalanan rata-rata meningkatkan emisi karbon sebesar 0.054gram
CO₂.
d) Jenis Kendaraan (β₂ = 0,825; p < 0,001) berpengaruh paling
dominan terhadap total emisi. Nilai koefisien positif menunjukkan
bahwa mobil menghasilkan emisi lebih tinggi dibanding motor.
Dengan asumsi variabel lain konstan, penggunaan mobil menambah
rata-rata emisi sebesar 0.825gram CO₂ dibandingkan motor.
e) Waktu Operasi (β₃ = 0,113; p = 0,017) juga berpengaruh positif
signifikan. Semakin lama durasi pengemudi beroperasi setiap hari,
semakin tinggi total emisi yang dikeluarkan akibat pembakaran
bahan bakar yang lebih banyak dan waktu idle mesin yang lebih
panjang.
Hasil analisis pada tabel 13, menunjukkan bahwa ketiga variabel
bebas berpengaruh signifikan terhadap emisi karbon, dengan jenis
kendaraan sebagai faktor dominan. Hal ini konsisten dengan temuan
IPCC (2006) dan Banister (2008) yang menyebutkan bahwa karakteristik
teknis kendaraan (kapasitas mesin, jenis bahan bakar, dan efisiensi energi)
25

