Page 291 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 291
paling strategis untuk transisi menuju transportasi rendah emisi.
Implementasi program seperti subsidi motor listrik dan penggunaan
aplikasi efisiensi rute dapat menurunkan konsumsi bahan bakar fosil dan
mengurangi jejak karbon transportasi online secara signifikan.
4.1.4 Lama Mengemudi Transportasi Online
Mayoritas responden memiliki pengalaman 1–3 tahun (44%) dalam
mengemudi transportasi daring, menandakan bahwa sebagian besar
sudah cukup beradaptasi dengan sistem kerja berbasis aplikasi.
Tabel 11. Distribusi Lama Mengemudi Transportasi Online
Lama Mengemudi Frekuensi Persentase (%)
< 6 bulan 43 11
6–12 bulan 123 31
1–3 tahun 176 44
> 3 tahun 58 14
Total 400 100
Berdasarkan hasil analisis deskriptif pada tabel 11, diperoleh bahwa
sebagian besar responden telah bekerja sebagai pengemudi transportasi
online selama 1–3 tahun sebanyak 176 orang (44%), diikuti oleh
pengemudi dengan pengalaman 6–12 bulan sebanyak 123 orang (31%).
Sementara itu, pengemudi yang baru bekerja kurang dari 6 bulan
berjumlah 43 orang (11%), dan yang telah bekerja lebih dari 3 tahun
sebanyak 58 orang (14%).
Distribusi ini menunjukkan bahwa mayoritas pengemudi transportasi
daring memiliki pengalaman kerja menengah (1–3 tahun). Artinya, mereka
sudah cukup lama beradaptasi dengan sistem aplikasi, memahami pola
permintaan penumpang, serta mengoptimalkan waktu dan rute perjalanan.
Tingkat pengalaman ini juga menandakan stabilitas tenaga kerja di sektor
transportasi online, di mana banyak pengemudi menjadikan pekerjaan ini
sebagai sumber pendapatan utama (Yuliana dan Pratama, 2021).
Menurut Rogers (2003) dalam Diffusion of Innovations Theory,
kelompok yang telah beradaptasi lebih dari satu tahun umumnya berada
pada fase “early majority” yaitu individu yang mampu mengadopsi
teknologi baru dan memanfaatkannya secara efisien. Dengan demikian,
dominasi kelompok berpengalaman ini mencerminkan kematangan sistem
transportasi daring di Jakarta, Depok dan Bogor dalam mendukung
pekerjaan berbasis platform digital.
Lama pengalaman mengemudi memiliki relevansi penting terhadap
tingkat konsumsi bahan bakar dan akumulasi emisi karbon (CO₂).
Pengemudi yang telah bekerja dalam jangka waktu lama cenderung
memiliki frekuensi perjalanan lebih tinggi dan jarak tempuh harian lebih
besar, sehingga berpotensi menghasilkan emisi CO₂ lebih signifikan.
Selain itu, pengemudi dengan pengalaman panjang (>3 tahun)
menjadi kelompok penting dalam strategi transisi menuju transportasi
rendah emisi. Mereka memiliki pengetahuan operasional dan rutinitas
yang stabil, sehingga lebih mudah diarahkan untuk mengadopsi teknologi
hijau seperti kendaraan listrik (electric vehicle) atau sistem eco-driving
(mengemudi efisien bahan bakar).
23

