Page 526 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 526
generasi saat ini, tanpa harus mengurangi kedalaman dan substansi materi yang
disampaikan.
Dalam konteks tersebut, hadir sebuah inovasi yang disebut StoryScan,
yaitu media pembelajaran yang menggabungkan unsur fisik dan digital. Melalui
teknologi ini, barcode yang terpasang pada kartu atau media cetak dapat dipindai
menggunakan ponsel untuk menampilkan ilustrasi peristiwa sejarah, uraian
singkat, maupun narasi suara. Menurut Mayer (2009), kombinasi teks, gambar,
dan audio dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran karena memanfaatkan
saluran visual dan auditori secara bersamaan (multimedia learning theory).
Dengan menggunakan StoryScan, proses pembelajaran sejarah tidak lagi
terbatas pada membaca teks panjang atau menghafal fakta, melainkan berubah
menjadi pengalaman interaktif yang menyenangkan. Peserta didik memperoleh
materi melalui visualisasi dan audio yang tidak hanya memudahkan pemahaman,
tetapi juga memperjelas konteks peristiwa sejarah dan membantu mengingat
informasi dalam jangka waktu lebih lama (Anderson dan Subotnik 2017).
Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menawarkan alternatif
solusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sejarah yang lebih sesuai
dengan karakteristik generasi digital. Inovasi StoryScan diharapkan mampu
menjawab tantangan rendahnya minat belajar sejarah dengan menghadirkan
proses pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan bermakna. Selain itu,
penelitian ini penting untuk mengukur sejauh mana media berbasis teknologi
dapat memperkuat pemahaman, membangun rasa nasionalisme, serta
membentuk generasi muda yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga
memiliki kesadaran sejarah dan jati diri bangsa yang kuat.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah penelitian ini
adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana penggunaan media pembelajaran StoryScan dapat meningkatkan
minat belajar peserta didik terhadap mata pelajaran sejarah?
2. Bagamana StoryScan berpengaruh terhadap pemahaman peserta didik dalam
mempelajari peristiwa sejarah?
2

