Page 557 - Laporan PPL PPG Daljab Tahap 3
P. 557
meter kemudian perkecil batas ukuranya dan lakukan kembali
pengukurannya.
d) Baca penunjukkan jarum, dan hitung hasil pengukran dengan rumus
H = ( J / S ) x B, dimana J = besarnya penunjukkan jarum, S = nilai
tertinggi dari skala yang dibaca dan B = batas ukur yang digunakan
4. Mengukur arus DC menggunakan AVO meter
Langkah – angkah pengukuran :
a) Posisikan selector switch pada posisi DCmA ( pojok kiri bawah )
b) Pilih batas ukur yag akan digunakan dan skala yang akan dibaca (
dalam pemilihan batas ukur, pilihlah batas ukur yang terbesar
terlebih dahulu untuk keamanan alat ukur )
c) Hubungkan probe AVO meter ke titik yang akan di ukur ( tidak boleh
terbalik, probe positif ke terminal positif dan probe negatif ke
terminal negatif ). Jika simpangan jarum terlalu kecil, itu
menandakan batas ukur yang dipilih terlalu besar, lepas probe AVO
meter kemudian perkecil batas ukuranya dan lakukan kembali
pengukurannya.
d) Baca penunjukkan jarum, dan hitung hasil pengukran dengan rumus
H = ( J / S ) x B, dimana J = besarnya penunjukkan jarum, S = nilai
tertinggi dari skala yang dibaca dan B = batas ukur yang digunakan
Pengukuran Besaran Listrik Menggunakan Osciloscope
Osciloscope adalah sebuah alat ukur yang biasa digunakan untuk
mengukur frekuensi dari komponen – komponen elektronika. Selain itu,
dapat juga digunakan untuk mengukur tegangan puncak ( Vp ) dan tegangan
puncak ke puncak ( V p-p ). Sebelum kita menggunakan oscilloscope, kita
harus melakukan pengkalibrasian terlebih dahulu. Hal ini dimaksudkan agar
nilai kesalahan dari hasil pengukuran dapat seminim mungkin. Pada
oscilloscope, terdapat banyak tombol yang masing – masing mempunyai
fungsi sendiri – sendiri.
Tombol – tombol tersebut diantaranya adalah :
24

