Page 141 - ORASI ILMIAH PROF. DR. POPPY ANDI LOLO SH. MH.
P. 141

140







                        person) 136 .    Menurutnya,  seharusnya  kebijakan  hukum  pidana,  khususnya


                        formulasi  hukum/kebijakan  hukum  yang  berorientasi  ke  depan,  sebagai

                        antisipasi  sebagai  wujud  dari  upaya  pencegahan  yang  merupakan  pem-


                        baruan  hukum  pidana  dalam  tindak  pidana  perdagangan  orang.  Kebijakan

                        formulasi    dengan      membuat      aturan     kriminalisasi   baru     dengan


                        mengembangkan  unsur-unsur  tindak  pidana  perdagangan  orang  yang

                        menunjukkan adanya pengaturan secara rinci tentang perbuatan-perbuatan


                        yang  dilarang  dalam  kaitannya  dengan  perdagangan  orang  yang  melekat

                        pada unsur subjektif dan objektif.


                               Berdasarkan  hasil  penelitian  tersebut,  maka  dalam  perspektif

                        kriminologi kejahatan perdagangan orang yang terekonstruksi secara positif

                        dalam ketentuan perundang-undangan yang secara sosiologis belum dapat


                        menjadi  instrumen  hukum  untuk  memberantas  kejahatan  perdagangan

                        orang.  Realitas  sebagai  hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  dalam


                        prakteknya intensitas kejahatan perdagangan orang semakin meningkat dan

                        semakin  membahayakan  tatanan  kehidupan  masyarakat.  Oleh  karena  itu,


                        dari perspektif kriminologis diperlukan kriminalisasi delik guna merumuskan

                        unsur-unsur  baru  dalam  ketentuan  pidana  tentang  perdagangan  orang.


                        Unsur-unsur  baru  dimaksud,  sebagaimana  hasil  penelitian  terdahulu

                        memasukkan  unsur subjektif  berupa pertanggung  jawaban  yang  luar biasa


                        kepada  mereka  yang  terbukti  bersalah  melakukan  kejahatan  dan  unsur

                        objektif  tentang  sifat  meluas,  sistematik  dan  terorganisir  sebagai  unsur


                               136  Lihat hasil penelitian yang dianalisis kebijakan pidana oleh Hj. Henny Nuraeny,
                        op.cit, h. 350-374.
   136   137   138   139   140   141   142   143   144   145   146