Page 151 - ORASI ILMIAH PROF. DR. POPPY ANDI LOLO SH. MH.
P. 151

150







                        Bahkan, secara kriminologi, rekonstruksi sanksi pidana secara langsung atau


                        tidak langsung menjadi pemicu atau faktor kriminogen kejahatan perdagangan

                        orang.


                               Argumentasi  ini  didasarkan  pada  fakta  atau  realitas  sosial  yang

                        menunjukkan  bahwa  sejak  diundangkannya  Undang-Undang  Tindak  Pidana


                        Perdagangan  Orang  (UU  TPPO)  dan  penerapan  sanksi  melalui  beberapa

                        putusan  pengadilan  baik  secara  perorangan  maupun  kelompok;  dan  oleh


                        badan  hukum  tidak  menjadikan  pelaku,  calon  pelaku  dan  korban  untuk

                        berhenti  mewujudkan  kejahatan  perdagangan  orang      139 .  Realitas  sosial  ini,


                        secara kriminologis turut mendukung tingginya angka kejahatan Tindak Pidana

                        Perdagangan  Orang  (TPPO)  dalam  masyarakat  dan  bahkan  menjadi  faktor

                        kriminogen yang mendukung semakin meningkatnya kejahatan Tindak Pidana


                        Perdagangan Orang (TPPO) dalam masyarakat.

                               Fakta  atau  realitas  rekonstruksi  Undang-Undang  Tindak  Pidana


                        Perdagangan Orang (UU TPPO) dimaksud yang telah merumuskan perbuatan

                        dan ancaman pidana perlu ditingkatkan kualifikasinya baik dari segi perbuatan


                        dan  sanksi  yang  direkonstruksi  kembali  dengan  mengacu  pada  perluasan

                        kualifikasi  kejahatan  dengan  menambah  unsur-unsur  kejahatan  dan  sanksi


                        yang diperoleh dari hasil analisis kriminologi yang secara kontinyu dan hasil

                        analisis  terakhir  menunjukkan  adanya  peningkatan  kualitas  dan  kuantitas


                        perbuatan  yang  tidak  dirumuskan  sebagai  bagian  unsur  dari  tindak  pidana



                               139   Sesuai  pasal-pasal  yang  mencantumkan  ancaman  pidana  yang    maksimal  15
                        tahun  dan  minimal  6  tahun  seperti  dalam  Pasal    1,3,  4,5,6,  8,9,  10,  11,12,15.  Ancaman
                        maksimal  tercantum  dalam  Pasal  7  (1)  (2)  dan  8  dan  beberapa  Putusan  Pengadilan
                        Makassar dan Putusan Mahkamah Agung tentang Kejahatan Perdagangan Orang.
   146   147   148   149   150   151   152   153   154   155   156