Page 452 - THAGA 2024
P. 452
Nabila tampak rancak menandaskan jajanan yang sudah
kami pesan. Waktu menunjukkan pukul 21.00 WIB kala sebuah
pesan di grup WhatsApp ku masuk. Saat ini kami sudah separuh
jalan dalam menikmati hidangan kami masing-masing.
“Mas Gal, ini anak-anak sudah pada kumpul. Surya Bistro.”
Sebuah pesan dari Kojin.
“Oke, langsung siapin ya. Aku gak lama ,” balasku singkat.
Aku menatap Nabila yang sedang santap malam dengan
senang. Makanan dan minuman yang terhidang tandas olehnya.
Aku segera melakukan pembayaran meski Nabila masih harus
mengistirahatkan lambungnya.
“Nab, kita langsung cabut, yok. Ikut aku bentar.” Tanpa
banyak tanya, Nabila segera menjejeriku untuk jalan
menyebrang masuk ke gerbang Hotel Surya yang ada di depan.
Setelah melewati pos penjagaan dan gerbang seperti
gapura yang ada patung penjaga Gupala di kiri kanan nya, kami
menuju Gedung Utama. Selanjutnya kami menuju Surya Bistro
di lantai 3. Suasana santai langsung menyergap kami kala
masuk, tampak dekorasinya modern dengan pencahayaan alami
yang melimpah dengan view julangan Gunung Penanggungan
tampak dari atas sini.
Aku mengedarkan pandangan dan menemukan 4 orang
yang aku kenali telah duduk bersenda gurau di meja bagian
pojok selatan, area merokok.
“Nab, kamu tunggu di meja sini, ya. Kamu pesen saja yang
kamu pengen. Atau kalau mau jalan lihat-lihat silakan. Aku mau
nemuin temen-temenku bentar. Gak lama, kok,” ujarku kala
teman-temanku belum menyadari kehadiran kami.
Nabila mengangguk paham. Segera saja dia duduk di meja
yang menurutku cukup nyaman. Selain bisa melihat view kerlip
lampu kota, juga bisa melihat aku dan teman-temanku.
444 THAGA
GALGARA