Page 471 - THAGA 2024
P. 471

musik  kala  kendaraan  melaju  membelah  jalan  tol  Surabaya
              -Malang  menuju  alun-alun  Kota  Wisata  Batu.  Hanya  butuh
              waktu dua jam kami sudah berpindah sampai di parkiran masjid
              alun-alun Batu.
                  Kami segera menuju ke susu Nandhi untuk membeli segelas
              susu  coklat.  Kami  melihat  waktu  menunjukkan  pukul  14.30
              yang  merupakan  waktu  kedua  bianglala  berputar.  Langsung
              saja  kami  menebus  10  tiket  bianglala  tertinggi  di  kota  Batu
              seharga 5 ribu per tiket sekali putar. Tentu kami tak membeli
              sekali  putar,  tetapi  membeli  untuk  5  kali  putar.  Nastiti  selalu
              menyukai naik bianglala, jika mampir ke alun-alun kota Batu.
              Selain ingin menikmati udara segar, alasan Nastiti selalu naik
              bianglala adalah melihat view indah kota Batu dari ketinggian.
                  Sedangkan  bagiku  sendiri  naik  bianglala  mengingatkan
              pada ceramah Cak Nun tentang Cakra Manggilingan. Menurut
              beliau, cakra manggilingan adalah ilmu Jawa yang mempelajari
              siklus  hidup  manusia.  Cakra  bisa  diartikan  seperti  roda  atau
              cakram,  sedangkan  manggilingan  mengandung  arti  yang
              berputar. Artinya  siklus  hidup  manusia  memang  seperti  roda
              yang  berputar,  kadang  ada  di  atas,  kadang  ada  di  bawah.
              Kadang  bahagia,  kadang  menderita,  kadang  punya  uang
              banyak,  kadang  tidak  punya  apa-apa,  dan  beribu  contoh
              lainnya.
                  Hidup  manusia  tidak  bisa  lurus-lurus  saja.  Ibarat  sebuah
              jalan  ia  juga  ada  belokan,  tanjakan,  dan  turunan.  Seakan
              memang  sudah  sunnatullah  bahwa  kehidupan  manusia
              mengandung  unsur  dualitas  seperti  yang  disebutkan  di  atas.
              Hidup manusia banyak sekali pasang surutnya. Ada pergantian
              siang-malam-nya  sendiri.  Maka  dari  itu,  perlu  kiranya  sikap
              mental  dan  kuda-kuda  dalam  memanajemeni  peristiwa  demi
              peristiwa  yang  saat  ini  kita  alami  —  atau  nanti  yang  akan

                                                              THAGA      463
                                                                GALGARA
   466   467   468   469   470   471   472   473   474   475   476