Page 250 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 250

SEMINAR NASIONAL 2017
               Malang 10 April 2017

                      Dapat  dilihat pada tabel  1 di  atas bahwa pada kategori tingkat  penerapan usahatani
               konservasi rendah terdapat 22 orang dengan rata-rata produktivitas kentang sebanyak 18.293
               Kg/ha.  Sedangkan  pada  kategori  tingkat  penerapan  teknologi  usahatani  konservasi  tinggi
               sebanyak 41 petani responden mendapatkan hasil sebanyak 23.261 kg/ha. Dari hasil ini akan
               digunakan  sebagai  acuan  penentuan  kategori  tingkat  produktivitas  dari  petani  responden,
               yakni kategori tinggi dan kategori produktivitas rendah, baik dari tingkat penerapan usahatani
               konservasi tinggi maupun tingkat penerapan usahatani konservaasi rendah.
                      Untuk menganalisis Dampak antara tingkat penerapan usahatani konservasi terhadap
               pendapatan  terlebih  dahulu  harus  mengetahui  rata-rata  tingkat  pendapatan  pada  penerapan
               rendah  dan  penerapan  tinggi.  Berikut  merupakan  tingkat  penerapan  dengan  pendapatan
               usahatani kentang disajikan pada Tabel dibawah ini.

               Tabel 2.  Tingkat Penerapan Usahatani Konservasi Dengan Rata-Rata Pendapatan Kentag Per
                        Hektar Dalam Satu Musim Tanam tahun 2012
                 No           Tingkat Penerapan                       Rata-Rata Pendapatan (Rp/ha/MT)
                               Kategori          Jumlah (orang)
                  1    Rendah                            22                  100.614.354
                  2    Tinggi                            41                  127.939.012
                        Selisih                                               27.324.658
               Sumber: Data Primer, 2012 (Diolah)

                      Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa pada kategori tingkat penerapan rendah terdapat
               22 orang dengan rata-rata pendapatan usahatani sebesar Rp 100.614.354,-. Sedangkan pada
               kategori  tingkat  penerapan  tinggi  terdapat  41  orang  dengan  rata-rata  pendapatan  usahatani
               mencapai  Rp  127.939.012,-.  Hal  ini  membuktikan  bahwa  tingkat  penerapan  usahatani
               konservasi  cukup  berpengaruh  terhadap  pendapatan  usahatani  kentang  responden  karena
               berdasarkan rata-rata pendapatan usahatani kentang antara petani yang menerapkan usahatani
               konservasi tinggi dengan petani yang menerapkan usahatani konservasi dengan tingkat rendah
               terdapat  perbedaan  pendapatan,  petani  dengan  penerapan  suahatani  konservasi  tinggi
               mendapatkan  pendapatan  dari  usahatani  kentang  yang  lebih  tinggi  dibandingkan  dengan
               petani yang tingkat penerapan usahatani konservasinya rendah.


               5.  Kesimpulan dan Saran

               Kesimpulan
                      Kesimpulan  yang  didapatkan  dari  penelitian  dengan  judul  dampak  penerapan
               teknologi  konservasi  terhadap  pendapatan  usahatani  kentang  adalah  penerapan  teknologi
               konservasi di kategorikan menjadi dua, yakni kategori tingkat penerapan tinggi dan kategori
               tingkat penerapan rendah. Sebagian besar petani responden masuk dalam tingkat penerapan
               usahatani konservasi tinggi yakni sebanyak 41 orang, dan 22 petani termasuk dalam tingkat
               penerapan  rendah.  Dari  hasil  penelitian,  tingkat  penerapan  usahatani  konservasi  tinggi
               mendapatkan pendapatan yang lebih besar dibandingkan petani responden dengan penerapan
               usahatani  konservasi  rendah.  Petani  dengan  tingkat  penerapan  usahatani  konservasi  tinggi
               memperoleh  pendapatan  sebesar  Rp.  127.939.012,  sedangkan  petani  dengan  tingkat
               penerapan  usahatani  konservasi  rendah  memperoleh  pendapatan  sebesar  Rp.  100.614.354,
               dengan  demikian  pendapatan  petani  dengan  usahatani  konservasi  tingkat  penerapan  tinggi
               lebih besar Rp. 27.324.658.





                              “Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia”     239
   245   246   247   248   249   250   251   252   253   254   255