Page 98 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 98
SEMINAR NASIONAL 2017
Malang 10 April 2017
4. Hasil dan Pembahasan
Hasil penelitian tentang pengaruh pemberian onggok fermentasi terhadap persentase
potongan karkas dan lemak abdominal disajikan pada Tabel 2.
Tabel 2. Rataan pertumbuhan bobot badan, FCR, konsumsi
Perlakuan
Variabel
T0 T1 T2 T3
PBB 1.125,19 ± 55,68 b 1.203,28 ± 77,19 a 1.218,28 ± 37,25 a 1.214,56 ± 22,68 a
FCR 1,884 ± 0,09 1,805 ± 0,07 1,796 ± 0,09 1,802 ± 0,04
Konsumsi pakan 2.118,80 ± 129,98 2.141,37 ± 131,70 2.185,88 ± 89,16 2.187,68 ± 41,54
Berdasarkan Tabel 2 diperoleh hasil bahwa pemberian onggok fermentasi dan
antibiotik memberikan pengaruh nyata (p>0,05) PBB ayam broiler. Perlakuan T1; T2 dan T3
menujukan sebaranya tidak berbeda nyata satu sama lain akan tetapi berdeda nyata dengan T0
ini menjukan bahwa penambahan AGP’S dan onggok fermentasi yang berfungsi
menggantikan peran antibiotik pada T1 T2 dan T3 dapat membantu meningkatkan
pertumbuhan serta dapat mempetbaiki efesiensi ransum. Hal ini sesuai pendapat (Doyle,
2001)Fungsi utama dari AGPs sendiri adalah untuk menjaga kesehatan ayam broiler, dan
meningkatkan pertumbuhan bobot badan. Namun penggunaan antibiotik perlu diperhatikan
karena dapat memberikan efek buruk pada ternak berupa resistensi terhadap antibiotik dan
pada manusia yang mengkonsumsinya melalui residu yang ada pada daging, susu maupun
telur (Samadi, 2004). Penggunaan onggok fermentasi dapat menjadi solusi alternatife
menggantikan fungsi AGP’S dimana onggok yang digunakan dalam penelitian ini merupakan
hasil fermentasi secara alami dari ketela pohon oleh A. charticola dimana memiliki sifat
probiotik dengan harapkan dapat meningkatkan kualitas bahan pakan serta dapat memberikan
pengaruh kesehatan untuk ayam broiler (Nugrahestiningrum, 2016). Selain itu probiotik juga
berdampak positif terhadap pertumbuhan, produksi telur, efisiensi dalm penggunaan pakan,
mempu bekerja menetralisir toksin serta menghambat pertumbuhan bakteri patogen
(Istinganah, dkk. , 2013).
Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ayam broiler antara lain faktor nutrisi yang
meliputi energi, protein, vitamin, mineral dan kalsium. Pertumbuhan ayam broiler
dipengaruhi oleh faktor genetik, dimana masing-masing ternak mempunyai kemampuan PBB
yang berbeda-beda (Suprijatna, dkk. , 2005). Perlakuan T2 dan T3 yang menggunakan
onggok fermentsi sebagai pengganti jagung, memiliki PBB sama dengan nilai T1. Hal
tersebut menujukan kemampuan A. charticola sebagai starter fermentasi onggok dapat
meningkatkan nilai nutrisi onggok. Hal ini sesuai pendapat (Sugiharto, dkk. , 2015)fermentasi
menggunakan A. charticola mampu menurunkan kadar serat ampas singkong (onggok) dan
juga dapat meningkatkan kandungan protein kasarnya dengan menggunakan urea sebagai
suplemen fermentasi. Kandungan protein dalam pakan menjadi faktor kunci dalam PBB pada
ayam boiler, kebutuhan protein perhari ayam sedang bertumbuh dibagi menjadi tiga bentuk
kebutuhan yaitu protein yang dibutuhkan untuk pertumbuhan jaringan, protein untuk hidup
pokok dan protein untuk pertumbuhan bulu (Wahju, 1988).
FCR dan konsumsi tidak berbeda nyata (p>0,05). Hal ini menujukan pemberian
onggok fermentasi dan antibiotik tidak berdampak negative terhadap FCR dan konsumsi.
Nilai FCR pada T2 dan T3 menujukan ayam boiler menunjukan angka yang lebih kecil
dibanding control, hal itu menunjukan bahwa penambahan onggok fermentasi dapat
“Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia” 87

