Page 63 - Modul Teknik Pengeringan 2021
P. 63
basah, misalnya dalam gram air untuk setiap 100 gram bahan dan disebut
sebagai kadar air berat basah atau basis basah (bb). Kadar air basis basah ini
dapat ditetapkan dengan persamaan berikut:
h 4
X = (29)
h W h i
4
Dengan K a adalah kadar air basis basah (%), B a adalah bobor air
dalam bahan (g), dan B k adalah bobot bahan kering mutlak (g).
Disamping kadar air bobot basah, kadar air bahan juga dapat
dinyatakan dalam kadar air basis kering yaitu air yang diuapkan dibagi bobot
bahan setelah pengeringan. Jumlah air yang diuapkan adalah bobot bahan
awal sebelum pengeringan dikurangi dengan bobot bahan akhir setelah
pengeringan dan dinyatakan dalam persen kadar air, sebagaimana persamaan
berikut:
h 4
X = × 100% (30)
h i
Pada persamaan ini, yang dimaksud dengan bobot bahan kering yaitu
bobot bahan setelah mengalami pemanasan dalam waktu tertentu sampai
tercapai bobot konstan. Pada keadaan bobot konstan tersebut tidak seluruh air
yang terkandung dalam bahan teruapkan, akan tetapi hasil yang didapat
disebut bobot kering.
Dalam proses pengeringan khususnya dalam upaya menurunkan kadar
air dalam bahan pangan maka aspek energi perlu diperhatikan selama
pengeringan. Setiap proses penanganan pascapanen sedapat mungkin efisiensi
energi sangat penting untuk dipertimbangkan. Untuk pengering, efisiensi
energi (η), didefinisikan sebagai energi yang dibutuhkan dari penguapan
kelembaban pada suhu bahan, (Er), dibagi dengan total energi yang disuplai
ke pengering (Es). Berikut persamaannya di bawah ini:
I k
j = (31)
I 5
Efisiensi energi (η) adalah parameter rata-rata dan tidak mewakili
proses ketika ada perubahan suhu. Untuk menggambarkan prosesnya dengan
lebih baik, formula efisiensi energi sesaat diuraikan sebagai berikut:
57