Page 111 - Modul Dasar-dasar pewarisan sifat
P. 111

Mengetahui  frekuensi  alelik  (p  =  0.2  dan  q  =  0.8)  memungkinkan  kita

               untuk menghitung frekuensi genotipe:
               Homozigot (lesung pipit) = p2 = (0,2) 2 = 0,04

               Heterozigot (lesung pipit) = 2pq = 2 (0,2) (0,8) = 0,32

               Homozigot (tidak ada lesung pipit) = q2 = (0,8) 2 = 0,64

               Total = 0,04 + 0,32 + 0,64 = 1.00


               Dapat  disimpulkan  bahwa  sekitar  89%  orang  yang  memiliki  lesung  pipit

               diperkirakan heterozigot (0,32 / 0,36 = 0,889).

                      Anda dapat melihat dari contoh ini bahwa jika suatu populasi berada

               dalam  kesetimbangan  Hardy-Weinberg,  frekuensi  genotipe  dan  fenotipik
               dapat  ditentukan  dari  frekuensi  salah  satu  dari  dua  alel  dalam  populasi

               tersebut. Hal ini dimungkinkan karena p + q = 1,0 dan p2 + 2pq + q2 = 1,0; oleh

               karena itu, kedua ekspresi tersebut setara.

                      Kita  dapat  membuat  diagram  hubungan  antara  frekuensi  alelik  dan
               frekuensi genotipe ini sebagaimana ditunjukkan pada gambar 23.1. Jika kita

               mengetahui  frekuensi  p,  kita  dapat  membaca  langsung  pada  grafik  dan

               menentukan frekuensi (dibaca dari sumbu vertikal) baik dari homozigot (p2

               dan q2) dan heterozigot (2pq). Misalnya, jika p = 0,55, maka q2 = 0,203, p2 =
               0,303, dan 2pq = 0,494.



































                                                                                                       108
   106   107   108   109   110   111   112   113   114   115   116