Page 383 - Bahtera_Sebelum_Nabi_Nuh_Kisah_Menakjubkan_tentang_Misteri_Bencana
P. 383
Dr. Irving Finkel
bukan tak terbatas. Tampaknya sulit untuk memisahkan roh
ini dari apa yang biasanya menjadi acuan, dalam pengertian
umum, sebagai jiwa.
Saya tidak bisa tidak bertanya-tanya apakah dunia bawah
yang digambarkan dalam mitos terkenal berjudul Descent of
Ishtar, sebagai sebuah tempat ketidakpastian yang amat sangat
menyedihkan, bukanlah tempat semua roh menunggu hingga,
katakanlah, ada panggilan:
Ke rumah muram itu, singgasana dunia bawah,
Ke rumah yang tidak seorang pun keluar setelah masuk,
Ke jalan yang tidak mengenal jalan pulang,
Ke rumah yang pintu-pintu masuknya kehilangan cahaya,
Di sana debu adalah nafkah mereka dan tanah liat adalah
makanan mereka.
Mereka tidak melihat cahaya tetapi berdiam dalam kegelapan,
Mereka berpakaian seperti burung dengan sayap-sayap
untuk pakaian mereka,
Dan debu telah berkumpul di pintu dan palang.
The Descent of Ishtar to the Netherworld: 4–11
Tidak bisa dimungkiri, puisi di atas memberi tahu kita bahwa
tidak ada yang dapat keluar dari sana dan tentu saja selalu ada
penjaga gerbang yang sangat tegas dan angkuh, tetapi mungkin
sistem itu dikendalikan terutama untuk menjaga sejumlah besar
yang ada di sana hingga mereka dipanggil, untuk dikeluarkan
satu per satu. Bagaimanapun, gerbang ada untuk dua arah.
Ritual Mesopotamia yang berhubungan dengan kematian
dan bahkan semua teks yang ada hubungannya dengan hantu-
hantu memperjelas bahwa mereka dianggap akan tetap diam
http://facebook.com/indonesiapustaka Tidak ada penilaian moral untuk kehidupan seseorang di masa
dan damai di Dunia Bawah, tetapi tidak pernah dijelaskan apa
yang mereka lakukan di sana atau apa yang mereka tunggu.
depan, tidak ada hukuman ataupun ganjaran, dan pastinya
tidak ada pilihan antara surga dan neraka; bangsa Mesopotamia
tidak pernah memiliki masalah-masalah seperti itu. Namun jika
372

