Page 900 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 900

"Rumusan klaster ketenagakerjaan yang ada dalam RUU Cipta Kerja saat ini merupakan intisari
              dari  hasil  kajian  pakar/ahli,  focus  group  discussion  (FGD),  Rembuk  Tripartit  (pemerintah,
              pekerja/buruh dan pengusaha) yang sejak lama dilakukan atas beberapa materi ketenagakerjaan
              yang krusial," kata Ida dalam keterangannya, di  Jakarta  , Selasa (6/10).

              Dia  menegaskan  bahwa  proses  penyusunan  RUU  Cipta  Kerja  sejatinya  telah  melibatkan
              partisipasi  publik,  baik  unsur  pekerja/buruh  yang  diwakili  serikat  pekerja/serikat  buruh,
              pengusaha, kementerian/lembaga, praktisi dan akademisi dari perguruan tinggi serta lembaga
              lainnya, seperti International Labour Organization (ILO).

              Bahkan pada saat RUU Cipta Kerja telah masuk dalam tahap pembahasan di DPR, sesuai arahan
              presiden  pada  tanggal  24  April  2020,  pemerintah  melakukan  kembali  pendalaman  rumusan
              klaster ketenagakerjaan yang melibatkan pengusaha (Apindo) dengan perwakilan Konfederasi
              Serikat Pekerja/Serikat Buruh.

              "Dalam pertemuan tersebut, pemerintah banyak menerima masukan dari serikat pekerja/serikat
              buruh. Dengan proses yang telah dijalankan ini, pemerintah telah dengan seksama menyerap
              berbagai aspirasi, khususnya dari unsur pekerja/buruh," ujarnya.

              Terdapat Pro dan Kontra  Kendati begitu, pemerintah menyadari dalam proses penyusunan RUU
              Cipta Kerja, terdapat perbedaan pandangan pro-kontra. Perbedaan pandangan ini tentu saja
              merupakan hal yang wajar dalam dinamika sosial dan demokrasi.

              Namun demikian, pada akhirnya pemerintah harus memutuskan dan menyiapkan draf yang akan
              dibahas bersama DPR. Di sisi lain, proses pembahasan RUU Cipta Kerja antara pemerintah dan
              DPR berjalan secara transparan.

              Kata  Ida,  ini  untuk  pertama  kalinya  pembahasan  suatu  RUU  dilakukan  secara  terbuka  dan
              disiarkan melalui kanal-kanal media sosial yang tersedia. Hal ini dimaksudkan agar publik dapat
              mengawal proses pembahasan RUU Cipta Kerja secara seksama.
              "Kita telah menyaksikan bahwa proses pembahasan RUU Cipta Kerja di DPR berjalan dinamis,
              demokratis dan konstruktif. Pemerintah menerima banyak masukan dari Panja DPR sehingga
              menghasilkan perubahan rumusan ketentuan dalam klaster ketenagakerjaan," pungkasnya.

              Reporter: Tira Santia  Sumber:  Liputan6.com  [idr]   Terdapat Pro dan Kontra...






























                                                           899
   895   896   897   898   899   900   901   902   903   904   905