Page 898 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 898

"Aksi kami ini juga dapat dukungan internasional, KSPI ini anggota tetap daripada International
              Trade Union Confederation (ITUC), konfederasi dunia yang ada di 157 negara," ungkap Said
              kepada detikcom, Selasa (6/10/2020).

              Said mengatakan serikat pekerja di banyak negara bakal melakukan aksi protes ke Kedutaan
              Besar Indonesia. Mereka akan menyuarakan penolakan soal disahkannya UU Cipta Kerja yang
              disebut melemahkan pekerja.

              Baca juga:

              Muncul Petisi Online Pemuka Agama Tolak Omnibus Law

              "Saya mendengar dan sudah ada suratnya, mereka menyatakan mau lakukan aksi di Kedutaan
              Besar  Indonesia  di  negara  lain  tolak  Omnibus  Law  di  Indonesia.  Itu  bentuk  solidaritas
              internasional, nah kalau begini kan bikin investor di luar juga bertanya-tanya soal Omnibus Law
              ini," ujar Said.

              Said kemudian mengatakan para buruh sebetulnya tidak pernah menolak investasi untuk masuk,
              hanya  saja  kalau  mau  memudahkan  investor  jangan  sampai  membuat  proteksi  kerja  buruh
              diturunkan.

              Seperti  diketahui,  tujuan  pembentukan  Omnibus  Law  Cipta  Kerja  sendiri  adalah  untuk
              memudahkan investasi masuk ke Indonesia. Dengan begitu pembangunan akan berjalan, dan
              lapangan kerja pun bisa tercipta.
              "Kami juga tegaskan kami ini tak menolak investasi, kami bersama pak Presiden Jokowi. Kami
              setuju investasi masuk. Cuma yang membuat kami nggak setuju adalah downgrade perlindungan
              minimal kaum buruh," ungkap Said.

              Baca juga:

              Mogok Kerja Tolak Omnibus Law, Buruh Janji Tak Akan Ada Konflik
              Said juga sempat memberikan salinan surat dari Council of Global Union, lembaga yang didirikan
              oleh beberapa serikat pekerja internasional. Surat itu ditujukan kepada Presiden Joko Widodo
              dan ditandatangani oleh sederet pentolan serikat pekerja internasional.

              Dalam surat itu, mereka meminta pemerintah Jokowi mencabut UU Omnibus Law Cipta Kerja.
              Mereka juga meminta pemerintah memastikan undang-undang apa pun yang akan disahkan
              tidak mengurangi hak dan manfaat pekerja.

              Hak manfaat yang dimaksud adalah yang dijamin di dalam UU 13 2003 tentang ketenagakerjaan,
              serta standar ketenagakerjaan internasional.

              Mereka  juga  meminta  pemerintah  menegosiasikan  ulang  dan  membuka  dialog  konstruktif
              dengan serikat pekerja dalam membentuk semua aturan ketenagakerjaan.
















                                                           897
   893   894   895   896   897   898   899   900   901   902   903