Page 895 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 895

Judul               Ini Alasan Pemerintah Pangkas Nilai Maksimal Pesangon
                Nama Media          kompas.com
                Newstrend           Omnibus Law
                Halaman/URL         https://money.kompas.com/read/2020/10/06/141218326/ini-alasan-
                                    pemerintah-pangkas-nilai-maksimal-pesangon
                Jurnalis            Rully R. Ramli
                Tanggal             2020-10-06 14:12:00
                Ukuran              0
                Warna               Warna
                AD Value            Rp 17.500.000
                News Value          Rp 52.500.000
                Kategori            Kementerian Ketenagakerjaan
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Positif



              Narasumber

              negative - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Atau sekitar 27 persen. Sedangkan sisanya
              sebanyak 384 persetujuan bersama atau sekitar 73 tidak melakukan pembayaran kompensasi
              PHK sesuai dengan UU 13 tahun 2003



              Ringkasan

              Pemerintah resmi mengubah besaran nilai maksimal pesangon yang didapatkan pekerja semula
              32  kali  gaji  menjadi  sebesar  25  kali  gaji  jika  pekerja  di-PHK.    Hal  tersebut  tertuang  dalam
              Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang baru disahkan pada Senin (5/10/2020). Aturan tersebut
              mendapat penolakan keras dari pihak buruh.

              Pada  Februari  lalu,  Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  mencatat,  2019,  dari  total  536
              persetujuan  bersama  PHK,  hanya  147  persetujuan  bersama  yang  membayarkan  uang
              kompensasi sesuai  dengan  Undang-Undang  nomor  13  tahun  2003  tentang  Ketenagakerjaan.
              Berangkat  dari  data  tersebut,  pemerintah  memutuskan  untuk  mengubah  nilai  maksimal
              pesangon. Sebab, pada saat bersamaan banyak calon investor menilai angka pesangon yang
              dapat mencapai 32 kali upah jauh lebih tinggi dibanding negara lain..



              INI ALASAN PEMERINTAH PANGKAS NILAI MAKSIMAL PESANGON

              Pemerintah resmi mengubah besaran nilai maksimal pesangon yang didapatkan pekerja semula
              32 kali gaji menjadi sebesar 25 kali gaji jika pekerja di-PHK.

              Hal tersebut tertuang dalam Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang baru disahkan pada Senin
              (5/10/2020). Aturan tersebut mendapat penolakan keras dari pihak buruh.

              Hitungannya,  pesangon  diberikan  oleh  perusahaan  hanya  menjadi  19  kali  upah,  sedangkan
              sisanya 6 kali jaminan kehilangan pekerjaan (JKP) dibayarkan oleh BPJS Ketenagakerjaan.



                                                           894
   890   891   892   893   894   895   896   897   898   899   900