Page 897 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 897
Judul Serikat Buruh Internasional Surati Jokowi Tolak Omnibus Law Ciptaker
Nama Media detik.com
Newstrend Omnibus Law
Halaman/URL https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/5201888/serikat-
buruh-internasional-surati-jokowi-tolak-omnibus-law-ciptaker
Jurnalis Herdi Alif Alhikam
Tanggal 2020-10-06 14:11:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Dirjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
negative - Said Iqbal (Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI)) Aksi kami ini juga
dapat dukungan internasional, KSPI ini anggota tetap daripada International Trade Union
Confederation (ITUC), konfederasi dunia yang ada di 157 negara,"
negative - Said Iqbal (Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI)) Aksi kami ini juga
dapat dukungan internasional, KSPI ini anggota tetap daripada International Trade Union
Confederation (ITUC), konfederasi dunia yang ada di 157 negara,"
negative - Said Iqbal (Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI)) Kami juga tegaskan
kami ini tak menolak investasi, kami bersama pak Presiden Jokowi. Kami setuju investasi masuk.
Cuma yang membuat kami nggak setuju adalah downgrade perlindungan minimal kaum buruh
Ringkasan
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengungkapkan aksi mogok
nasional buruh di Indonesia mendapatkan dukungan dari serikat buruh internasional. Aksi mogok
nasional ini sendiri dilakukan sebagai respons untuk menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja yang
baru saja disahkan. Menurutnya, serikat buruh internasional juga menolak kehadiran UU Cipta
Kerja yang dinilai melemahkan pekerja.
SERIKAT BURUH INTERNASIONAL SURATI JOKOWI TOLAK OMNIBUS LAW
CIPTAKER
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengungkapkan aksi mogok
nasional buruh di Indonesia mendapatkan dukungan dari serikat buruh internasional.
Aksi mogok nasional ini sendiri dilakukan sebagai respons untuk menolak UU Omnibus Law Cipta
Kerja yang baru saja disahkan. Menurutnya, serikat buruh internasional juga menolak kehadiran
UU Cipta Kerja yang dinilai melemahkan pekerja.
896

