Page 408 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 NOVEMBER 2021
P. 408
Menurut dia, kondisi tersebut harus dihadapi bersama sembari berharap ekonomi Jakarta akan
lebih baik sehingga UMP berikutnya kembali meningkat.
"Mari bersama untuk mengawal dan menjaga agar kasus Covid-19 ini tidak meledak lagi,
sehingga pertumbuhan ekonomi kita pada kuartal IV 2021 dan tahun 2022 tumbuh positif dan
kesejahteraan pekerja otomatis juga akan semakin membaik," kata Sarman kepada
Kompas.com, Senin (15/11/2021).
Berdasarkan rilis pertumbuhan ekonomi Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi DKI
Jakarta kuartal III 2021 hanya tumbuh 2,43 persen. Angkanya berada di bawah pertumbuhan
ekonomi nasional sebesar 3,51 persen di kuartal yang sama.
Biasanya jika ekonomi normal, pertumbuhan DKI Jakarta di atas rata+rata pertumbuhan
ekonomi nasional. Untuk itu dia meminta pengupahan mengacu pada data-data tersebut.
"Kita berharap Dewan Pengupahan berpedoman pada PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang
Pengupahan dan mengacu data resmi dari BPS menyangkut pertumbuhan ekonomi, inflasi, daya
beli, tingkat penyerapan tenaga kerja, dan media upah," beber Sarman.
Lebih lanjut Sarman menilai, pertumbuhan ekonomi Jakarta di kuartal II 2021 di atas rata-rata
nasional, yakni 10,91 persen.
Ekonomi Jakarta masih menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II 2021.
Hal ini wajar lantaran di kuartal III 2021 varian delta terus menyerang. Sebagai kota jasa, PPKM
darurat hingga PPKM level 1-4 yang membatasi berbagai aktivitas sektor usaha di DKI Jakarta
membuat pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta melambat.
"Berbagai sektor usaha seperti perdagangan, pariwisata, transportasi, aneka hiburan dan jasa
yang selama ini penggerak ekonomi Jakarta nyaris stagnan. Tapi kebijakan ini memang harus
diambil dalam rangka mengendalikan penyebaran Covid-19," pungkas Sarman.
407

