Page 410 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 NOVEMBER 2021
P. 410

Ringkasan

              Dirjen  Pembinaan  Hubungan  Industrial  dan  Jaminan  Sosial  Tenaga  Kerja  (PHI  dan  Jamsos)
              Kementerian  Ketenagakerjaan  (Kemnaker)  Indah  Anggoro  Putri  menyatakan,  Peraturan
              Pemerintah  Nomor  36  Tahun  2021  tentang  Pengupahan  mengamanatkan  bahwa  kebijakan
              penetapan Upah Minimum merupakan salah satu program strategis nasional.



              KEMNAKER SEBUT KEBIJAKAN UPAH MINIMUM UNTUK PERLINDUNGAN PEKERJA
              DAN PENGUSAHA

              Dirjen  Pembinaan  Hubungan  Industrial  dan  Jaminan  Sosial  Tenaga  Kerja  (PHI  dan  Jamsos)
              Kementerian  Ketenagakerjaan  (Kemnaker)  Indah  Anggoro  Putri  menyatakan,  Peraturan
              Pemerintah  Nomor  36  Tahun  2021  tentang  Pengupahan  mengamanatkan  bahwa  kebijakan
              penetapan Upah Minimum merupakan salah satu program strategis nasional.

              "Pemerintah  hadir  dengan  mengatur  penetapan  Upah  Minimum.  Pemerintah  peduli  terhadap
              kepentingan pekerja/buruh dan pengusaha serta keberlangsungan berusaha," ucap Putri dalam
              keterangan tertulis yang diterima Kontan.co.id, Senin (15/11).

              Menurutnya, Upah Minimum dimaksudkan sebagai pelindungan kepada pekerja/buruh dengan
              masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun agar upahnya tidak dibayar terlalu rendah.

              Selain itu, kebijakan Upah Minimum ditujukan sebagai salah satu pengentasan kemiskinan dan
              mendorong kemajuan ekonomi Indonesia.

              "Upah Minimum berdasarkan PP Nomor 36 Tahun 2021 hanya berdasarkan wilayah, yaitu Upah
              Minimum  Provinsi  (UMP)  dan  Upah  Minimum  Kabupaten/Kota  (UMK).  PP  36/2021  tidak
              mengamanatkan Upah Minimum Berdasarkan Sektor," ujar Putri.

              Namun, bagi upah minimum sektor yang ditetapkan sebelum tanggal 20 November 2020 dan
              masih berlaku, maka dapat dilanjutkan upah minumum sektoral tersebut selama upah minimum
              sektoral (UMS) tersebut nilainya masih lebih tinggi dibandingkan dari UMP atau UMK di wilayah
              tersebut. Dengan demikian seluruh pihak harus tetap patuh dengan pelaksanaan UMS selama
              masih berlaku.

              Putri berharap, setiap pihak mendukung penetapan Upah Minimum Tahun 2022 sesuai dengan
              PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang pengupahan.

              Direktur Hubungan Kerja dan Pengupahan, Dinar Titus Jogaswitani menambahkan, semangat
              dari  formula  Upah  Minimum  berdasarkan  PP  No.  36  Tahun  2021  adalah  untuk  mengurangi
              kesenjangan Upah Minimum, sehingga terwujud keadilan antar wilayah.

              Keadilan antar wilayah tersebut dicapai melalui pendekatan Rata-Rata Konsumsi Rumah Tangga
              di masing-masing wilayah.
              Selain  itu,  katanya,  penetapan  Upah  Minimum  tersebut  juga  ditujukan  untuk  mencapai
              kesejahteraan pekerja/buruh dengan tetap memperhatikan kemampuan perusahaan dan kondisi
              nasional. Hal tersebut dilakukan melalui penggunaan data-data ekonomi dan ketenagakerjaan
              yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS).
              Menurut  Dinar,  BPS  sebagai  satu-satunya  wali  data  nasional  merupakan  lembaga  yang
              independen dan kompeten dalam hal penyediaan data-data makro yang dibutuhkan oleh seluruh
              pihak yang berkepentingan.


                                                           409
   405   406   407   408   409   410   411   412   413   414   415