Page 162 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 MEI 2020
P. 162
Title DEAR PENGUSAHA, THR PEKERJA WAJIB DIBAYAR, KALAU BERAT BOLEH DICICIL KOK
Media Name kumparan.com
Pub. Date 07 Mei 2020
https://kumparan.com/kumparanbisnis/dear-pengusaha-thr-pekerja-wajib-d ibayar-kalau-
Page/URL
berat-boleh-dicicil-kok-1tMnvmErStK
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menerbitkan surat edaran (SE),
untuk memastikan kewajiban pengusaha membayarkan Tunjangan Hari Raya atau
THR keagamaan, menjelang Lebaran 1441 Hijriah ini.
Dalam SE tersebut, Menaker juga memberi sejumlah opsi keringanan, bagi
pengusaha yang belum sanggup membayarkan THR sesuai aturan perundang-
undangan.
Mengacu peraturan terdahulu, THR diberikan kepada pekerja sejumlah penghasilan
yang diterima per bulan (take home pay). Adapun bagi pekerja yang masa kerjanya
kurang dari setahun tapi sudah lebih dari sebulan, diberikan secara proporsional.
Pembayaran dilakukan sekaligus, selambatnya 7 (tujuh) hari sebelum hari raya.
Hal ini kembali ditegaskan oleh Menteri Tenaga Kerja, Ida Fauziyah, melalui SE
Nomor M/6/HI.00.01/V/2020 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya
Keagamaan Tahun 2020 di Perusahaan Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease
2019 (COVID-19).
Dalam surat tersebut, Menaker meminta kepada Gubernur untuk memastikan
seluruh perusahaan membayar THR sesuai aturan ketenagakerjaan yang berlaku.
"Apabila perusahaan menyatakan sulit membayar THR, maka harus ada proses
dialog antara pihak pengusaha dan para pekerja, dilandasi rasa kekeluargaan dan
informasi yang utuh tentang kondisi keuangan terkini," demikian dinyatakan dalam
surat edaran tertanggal 6 Mei 2020 tersebut.
Menaker Ida Fauziyah menambahkan, proses dialog harus dilakukan secara
kekeluargaan, dilandasi laporan keuangan internal perusahaan yang transparan dan
itikad baik untuk mencapai kesepakatan.
Dari dialog tersebut, lanjut Ida, pengusaha dan pekerja dapat menyepakati
beberapa opsi, yakni:
Page 161 of 276.

