Page 240 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 APRIL 2021
P. 240

Ringkasan

              Sebelum  Ramadhan  tiba,  pemerintah  sudah  mewanti-wanti  pengusaha  agar  menunaikan
              kewajiban  pembayaran  Tunjangan  Hari  Raya  (THR).  Pemerintah  bahkan  akan  menjatuhkan
              sanksi bagi pengusaha yang terlambat membayarkan THR termasuk gagal memberikan THR.
              Menteri  Ketenagakerjaan,  Ida  Fauziyah,  melalui  Surat  Edaran  Menteri  Ketenagakerjaan
              M/6/HK.04/IV/2021  mewajibkan  para  pengusaha  untuk  melakukan  pembayaran  THR
              keagamaan tahun 2021 secara penuh atau tanpa dicicil. Ida mengatakan, hal itu mengingat
              sejak  pandemi  Covid-19  pemerintah  telah  memberikan  sejumlah  bentuk  dukungan  kepada
              pengusaha untuk mengatasi dampak Covid-19.



              PERMINTAAN BURUH AGAR THR DIAWASI DIBAYAR TIDAK TERLAMBAT

              oleh Eva Rianti, Arie Lukihardianti, Ali Mansyur, Febrianto Adi Saputro Sebelum Ramadhan tiba,
              pemerintah  sudah  mewanti-wanti  pengusaha  agar  menunaikan  kewajiban  pembayaran
              Tunjangan Hari Raya (THR). Pemerintah bahkan akan menjatuhkan sanksi bagi pengusaha yang
              terlambat membayarkan THR termasuk gagal memberikan THR.

              Menteri  Ketenagakerjaan,  Ida  Fauziyah,  melalui  Surat  Edaran  Menteri  Ketenagakerjaan
              M/6/HK.04/IV/2021  mewajibkan  para  pengusaha  untuk  melakukan  pembayaran  THR
              keagamaan tahun 2021 secara penuh atau tanpa dicicil. Ida mengatakan, hal itu mengingat
              sejak  pandemi  Covid-19  pemerintah  telah  memberikan  sejumlah  bentuk  dukungan  kepada
              pengusaha untuk mengatasi dampak Covid-19.

              Para buruh di Jabar namum kecewa dengan surat edaran Menaker. Menurut Ketua FSP TSK
              SPSI, Roy Jinto Ferianto, surat edaran yang dikeluarkan menteri itu sangat bertentangan dengan
              PERMEN No 16/2016. Yakni, dalam ketentuan Permen tersebut THR wajib dibayarkan pengusaha
              secara tunai sekaligus paling lambat tujuh hari sebelum hari raya.
              Roy menilai, surat edaran menteri tidak memberikan kepastian hukum dalam pemberian THR.
              Yakni,  dengan  adanya  ketentuan  untuk  memberikan  kesempatan  kepada  pengusaha  untuk
              menunda dan mencicil melalui Bipartit dengan buruh.

              "Dampaknya pengusaha akan berlomba-lomba untuk menunda atau mencicil pembayaran THR,
              sikap kita tetap menolak THR dicicil maupun ditunda. Kami meminta dibayarkan secara tunai
              sekaligus  kepada  pekerja/buruh  paling  lambat  7  hari  sebelum  hari  raya,"  ujar  Roy  kepada
              Republika, Selasa (13/4).

              Roy mengatakan, kalau pemerintah tak mendengarkan aspirasinya, rencananya pada hari buruh,
              semua buruh akan turun ke jalan. "Nanti May Day kembali disuarakan turun ke jalan," katanya.

              Roy  menilai,  kondisi  tahun  2020  dengan  sekarang  Tahun  2021  sangat  berbeda.  Karena,
              perusahaan sudah beroperasi secara normal. Tapi, pandemi Covid-19 selalu dijadikan alasan
              oleh pemerintah untuk membuat aturan-aturan yang sangat merugikan kaum buruh.

              "Bisa  kita  lihat  dengan  pengesahan  UU  Cipta  Kerja  yang  merugikan  kaum  buruh,  kemudian
              tanggal 2 Februari 2021 keluar PP No 34, tentang TKA PP No 35 mengenai PKWT, ALIH DAYA
              dan PHK, PP No 36 mengenai Pengupahan, PP No 37 mengenai JKP," paparnya.

              Selain itu, kata dia, pemerintah mengeluarkan PERMEN 2 tahun 2021 mengenai pengupahan
              untuk industri padat karya, aturan tersebut memperbolehkan perusahaan untuk membayar upah
              buruh di bawah upah minimum. Semua kebijakan yang dikeluarkan pemerintah sangat berpihak
              kepada pengusaha dan merugikan kaum buruh.


                                                           239
   235   236   237   238   239   240   241   242   243   244   245