Page 38 - Cerita Cinta Enrico by Ayu Utami
P. 38

a yu Utami

               tempat kami tinggal.
                   Begitu ayah selesai mengelap sepedanya, kami akan be-
               rangkat ke gereja di kota Padang. Ibu akan duduk di jok yang
               telah diberi bantalan oleh ayah. aku duduk pada stang. Rambut
               ibuku  yang  bersih  akan  berkibar  oleh  angin,  sedangkan
               rambutku  dan  rambut  ayah  yang  cepak  boleh  diminyaki—
               sebab kami adalah laki-laki.
                   Di depan gereja aku dan Ibu akan turun, sementara ayah
               pergi untuk berjalan-jalan sendiri. Ia suka ke pasar, dan per-
               nah ia menjemput kami lagi dengan seekor ayam aduan yang
               telah  tua.  ayah  tidak  ikut  ke  gereja,  sehingga  aku  bertanya
               kenapa ibuku mengajak aku ke gereja dan berdoa.
                   Ibu menjawab, “Karena anak kecil itu masih suci. Doanya
               pasti didengar Tuhan.”
                   “Memang orang dewasa kenapa, May?” (aku memanggil
               ibuku “May” dan ayahku “Pay”.)
                   “Orang  dewasa  sudah  terlalu  banyak  salahnya.  Sering-
               sering doanya sudah tidak tulus lagi.”
                   Di rumah pun ibu sering mengajakku berdoa, dan biasa-
               nya aku jatuh tertidur di pangkuannya. Tapi pada hari Minggu,
               biasanya Ibu di dalam gereja dan aku di sekolah Minggu. aku
               senang berada di sekolah Minggu, sebab di sana aku bermain
               dan bernyanyi. lalu ayah akan menjemput kami lagi sambil
               membawa oleh-oleh.
                   Suatu hari, ayah ikut masuk ke dalam gereja, meskipun
               ia cuma duduk diam saja. Rupanya hari itu hari natal. gereja
               telah penuh. Kami kebagian tempat di bangku agak belakang.
               Mataku langsung terpikat pada lilin-lilin istimewa yang telah
               menyala  cantik.  lilin-lilin  itu  berwarna  merah!  aku  belum
               pernah melihat lilin selain yang putih biasa. lilin merah itu


           32



       Enrico_koreksi2.indd   32                                      1/24/12   3:03:52 PM
   33   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43